Pesawat Garuda Indonesia (GIA) 737-800 NG (boeing.mediaroom.com) Ilustrasi Garuda Indonesia (JIBI/dok)
Kamis, 1 Februari 2018 21:30 WIB Rio Sandy/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Soal Ketepatan Waktu, Garuda Indonesia Tergusur Sriwijaya Group

Predikat Garuda Indonesia sebagai juara soal ketepatan waktu terbang tergusur Sriwijaya Group.

Solopos.com, JAKARTA — Posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan layanan penuh harus tergusur dari pemuncak peringkat tingkat waktu ketepatan terbang atau on time performance (OTP) pada 2017.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan selama ini Garuda Indonesia selalu menjuarai OTP. Namun, kali ini maskapai berlogo burung biru harus puas berada di peringkat keempat.

“Bagi Garuda yang selama ini menjuarai OTP posisinya tergeser dikarenakan ada gangguan schedulling crew yang sempat berlarut-larut. Namun, sekarang sudah normal kembali,” kata Agus, Kamis (1/2/2018).

Dalam laporan Kemenhub, NAM Air justru mencatatkan OTP 92,62% dengan jumlah penerbangan tepat waktu sebanyak 29.832 penerbangan, sementara empat maskapai lain adalah Sriwijaya Air (88,69%), Batik Air (88,66%), Garuda Indonesia (88,53%), dan Citilink (88,33%). Padahal, pencapaian OTP Garuda Indonesia pada 2016 sebesar 89,51%.

Pada awal Desember 2017, terjadi sejumlah penundaan dan pembatalan penerbangan karena proses masa pemulihan operasional penerbangan Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat terdampak Erupsi Gunung Agung, Bali.

Selama penutupan bandara Bali dan Lombok akibat erupsi Gunung Agung, Garuda Indonesia telah membatalkan lebih dari 300 penerbangan yang menyebabkan kru dan pesawat sempat tertahan di beberapa bandara outstation (domestik & internasional), sehingga harus dilakukan penyesuaian besar-besaran terhadap assignment crew dan pesawat.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…