Warga membersihkan reruntuhan pagar Dalem Prabuwinatan yang runtuh di kompleks Keraton Solo, Kamis (1/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Warga membersihkan reruntuhan pagar Dalem Prabuwinatan yang runtuh di kompleks Keraton Solo, Kamis (1/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 23:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Reruntuhan Tembok Keraton Solo Dibersihkan untuk Buka Akses Jalan

Keraton Solo dibantu warga sekitar membersihkan reruntuhan tembok yang roboh pertengahan Januari  lalu.

Solopos.com, SOLO — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersama warga mulai membersihkan material reruntuhan tembok Dalem Prabuwinatan di Langensari RT 002/RW 001 Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (1/2/2018). Pembersihkan material reruntuhan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Kerabat Keraton K.P. Eddy Wirabhumi mengatakan proses pembersihan material reruntuhan dikerjakan manual dengan melibatkan warga sekitar. “Bata-bata kami tumpuk di halaman. Yang penting akses buat jalan dibuka dulu lah,” kata Eddy ketika berbincang dengan wartawan, Kamis.

Selama ini material reruntuhan tembok di barat Sasono Putra kediaman Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi itu menutup jalan. Beberapa pedagang di sekitar lokasi juga mengalami penurunan omzet.

Dengan kondisi ini, Keraton kemudian berkoordinasi dengan TACB untuk membersihkan material reruntuhan tembok tersebut. Harapannya akses jalan terbuka dan pedagang bisa meraup pendapatan seperti semula.

Baca:

BPCB Jateng Larang Penggunaan Alat untuk Tangani Tembok Keraton yang Runtuh

Reruntuhan Tembok Keraton Mesti Dipereteli Satu Per Satu

Tembok Keraton yang Runtuh bakal Direhab, Ini Langkah BPCB Jateng

Soal perbaikan tembok itu, Eddy mengatakan mesti menunggu peninjauan dari instansi yang mengurusi benda cagar budaya dan Pemkot Solo. Sebelumnya tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah meninjau.

BPCB bersama Keraton dan Pemkot Solo juga telah berkoordinasi mengenai penanganan tembok Keraton. Penanganan cagar budaya dilakukan dengan menyortir batu bata yang masih bisa dimanfaatkan.

Langkah tersebut dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat. Nantinya batu bata tersebut akan dipakai lagi pada saat membangun tembok. “Kami masih tunggu langkah dari BPCB dan Pemkot. Katanya akan diperbaiki,” katanya.

Lurah Baluwarti Suhadi Wahono mengatakan akses jalan selama ini hanya bisa dilalui kendaraan motor maupun sepeda. Hal karena jalan tertutup material reruntuhan tembok. Sejak tembok roboh pada Senin (15/1/2018) malam, material reruntuhan tembok belum dibersihkan sehingga masuk menutup akses jalan bagi kendaraan di sana.

“Jadi tadi pagi mulai dibersihkan pihak Keraton bersama warga. Tidak ada memakai alat berat, semua manual dan hati-hati,” katanya.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Wahyu Broto Raharjo sebelumnya mengatakan ada dua hal harus ditangani yakni bangunan yang sudah ambrol dan membangun kembali bangunan cagar budaya yang rusak.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…