Spanduk peringatan penutupan pendakian Merbabu terpasang di jalur pendakian Selo, Boyolali di samping Kantor Resor Selo BTNG Merbabu, Kamis (1/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Spanduk peringatan penutupan pendakian Merbabu terpasang di jalur pendakian Selo, Boyolali di samping Kantor Resor Selo BTNG Merbabu, Kamis (1/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 22:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Ratusan Pendaki Berbondong-Bondong Naik Merbabu via Boyolali sebelum Ditutup

Ratusan pendaki naik ke Gunung Merbabu sebelum jalur pendakiannya ditutup selama Februari.

Solopos.com, BOYOLALI — Jalur pendakian Gunung Merbabu akan ditutup selama sebulan penuh pada Februari. Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu sudah menyatakan pendakian ke gunung yang bersebelahan dengan Merapi itu ditutup guna pemulihan ekosistem di sana.

Informasi tentang penutupan ini pun sudah menyebar ke kalangan pendaki. Salah satunya, Daud, 22, pendaki asal Jakarta yang mengaku sudah mendengar informasi tentang penutupan pendakian Merbabu ini sejak pertengahan Januari lalu.

Berbekal informasi itu, dia dan lima orang temannya segera merencanakan pendakian sebelum penutupan. “Dengarnya [tentang penutupan] sudah lama sih. Makanya segera kami atur pendakian ke Merbabu ini sebelum ditutup,” ujarnya saat ditemui di basecamp Gancik, Selo, Kamis (1/2/2018).

Keenam pendaki itu naik gunung sejak Selasa (30/1/2018) dan turun pada Rabu (31/1/2018). Selanjutnya mereka menginap semalam di basecamp Gancik sebelum melanjutkan pendakian ke Merapi pada Kamis.

Sementara itu, salah satu pengelola basecamp di Gancik, Parlan, 33 mengatakan banyak pendaki yang memanfaatkan waktu menjelang penutupan untuk mendaki Gunung Merbabu untuk menikmati pendakian ke Merbabu. Dia menyebutkan pada 29 Januari ada ratusan pendaki yang melintas di jalur tersebut.

“Mereka [pendaki] yang naik pada 29 Januari rata-rata bilang bahwa mereka tahu akan ada penutupan pendakian. Makanya mereka memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di pengujung Januari,” ujarnya.

Setelah 29 Januari itu nyaris tak ada lagi pendaki yang mendaki Merbabu. Hanya ada seorang pendaki wanita yang berencana mendaki pada Rabu (31/1/2018). Namun, setelah ia beri informasi mengenai penutupan jalur, sang pendaki tersebut mengurungkan niat.

“Katanya dia datang ke Merbabu untuk memastikan kebenaran informasi penutupan. Setelah kami pastikan informasi itu benar, dia menitipkan tas carrier ke basecamp dan hanya berfoto-foto di Gancik Hilltop [tak jauh dari basecamp],” imbuh Parlan.

Sejak Rabu, dirinya memamg sudah melarang pendaki naik Merbabu. Hal itu berdasarkan atas imbauan dari BTNG Merbabu.

Sekelompok pendaki asal Jakarta, Kamis (2/1) berkemas di basecamp Gancik, Selo, Boyolali sebelum naik ke gunung Merapi setelah sehari sebelumnya melakukan pendakian ke gunung Merbabu.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…