Video viral hewan mirip tikus mandi layaknya manusia (Facebook) Video viral hewan mirip tikus mandi layaknya manusia. (Istimewa/Facebook)
Kamis, 1 Februari 2018 11:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Ramai Video Tikus Mandi Seperti Manusia, Ini Kata Para Ahli

Video hewan mirip tikus mandi layaknya manusia hebohkan netizen.

Solopos.com, SOLO – Baru-baru ini ramai video pendek yang menunjukan hewan mirip tikus sedang mandi. Uniknya, hewan mirip tikus itu melakukan gerakan mandi mirip seperti manusia.Setelah viral, pakar biologi angkat bicara mengungkap kemungkinan menyakitkan yang mungkin dialami hewan mirip tikus tersebut.

Video pendek tersebut viral melalu unggahan pengguna akun Facebook Akaso?, Minggu (28/1/2018). Dalam video berdurasi 20 detik itu tampak hewan mirip tikus yang berdiri dengan kedua kakinya. Bulu-bulu tikus tampak basah dan berbusa. Hewan tersebut mengusap-usap wajah, leher, hingga perutnya seperti manusia saat mandi.

Video tersebut sontak viral dan ditonton jutaan kali oleh warganet. Keviralan video tersebut mengundang komentar serius dari pengamat dan ahli biologi yang meneliti tikus. Dilansir Snopes.com, Selasa (30/1/2018), ahli biologi yang sedang menyelesaikan studi keberagaman hewan pengerat di Universitas Chicago, Dallas Krentzel, mengklaim hewan dalam video bukan tikus, tapi jenis hewan pengerat lain bernama Pacarana.

Pacarana adalah jenis hewan pengerat langka yang merupakan hewan asli Amerika Selatan. Pacarana termasuk hewan pengerat berukuran besar. Hewan nocturnal tersebut biasa ditemukan di hutan tropis di   Sungai Amazon sebelah barat hingga di lembah pegunungan Andes.

Klaim Dallas didukung Presiden American Fancy Rat and Mouse Association, Karren Robins. Ia yakin itu bukan tikus, tapi masih keluarga hewan pengerat. “Hewan dalam video itu bukan tikus yang memiliki nama ilmiah rattus norvegicus bukan juga rattus rattus. Tapi itu hewan pengerat, saya belum yakin, saya belum bisa melihat titik-titik di punggungnya yang biasa menjadi ciri khas Pacarana,” ungkap Karren seperti dikutip Snopes.com.

Dibahas lebih jauh, para pengamat tikus juga mengomentari tentang aktivitas mandi yang tampak dalam video. Karren menilai video cukup janggal karena tidak menampilkan bagian saat hewan tersebut dibilas air bersih. Menurut Karren tikus memiliki rutinitas mandi secara mandiri, tikus biasa menggunakan lidah dan giginya untuk membersihkan tubuh, layaknya kucing. Bahkan tak jarang setelah dimandikan tikus masih membersihkan tubuhnya karena tak nyaman dengan bekas sabun.

“Adegan dalam video tersebut bukan mandi, tapi reaksi tikus untuk menghilangkan sabun yang menempel di tubuhnya. Orang-orang banyak menyebutnya mandi, karena mereka sudah terbiasa memanusiakan hewan,” tambah Karren.

Kecurigaan ahli  biologi lainnya tentang sikap si hewan pengerat itu juga dimuat di laman Gizmodo.com, Selasa. Menurut peneliti Tikus di Universitas Helsinski, Finlandia, Tuomas Aivelo, gerakan si hewan pengerat sungguh aneh. “Gerakan tikus itu sangat aneh. Seekor tikus tidak akan bergerak seperti itu kalau si tikus tidak ingin melepaskan sesuatu yang menempel di tubuhnya. Menurutku itu karena sabun yang menempel di tubuh tikus. Bahkan bisa jadi si tikus menganggap itu masalah sehingga ingin segera dihilangkan,” jelas Tuomas yang menegaskan sabun bisa menyebabkan iritasi di tubuh hewan.

Saat dipantau Solopos.com, Unggahan di akun Akaso?, awalnya dia menuliskan caption candaan. “Ini hari sabtu, dan tubuhku mengetahuinya,”tulis Akaso?. Pengguna akun tersebut mengubah caption hingga beberapa kali, akhirnya pada Rabu (31/1/2018) pengguna akun Akaso? Menuliskan klaim panjang lebar yang menegaskan tikus itu mandi dengan sendirinya dan tak merasakan iritasi apapun. Ia meminta orang-orang yang heboh karena video tersebut lebih memperhatikan tentang kemiskinan dan kelaparan yang terjadi di berbagai belahan bumi.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…