Salah satu adegan dalam drama musikal Putih Hitam Lasem di Jakarta beberapa waktu lalu. (Ist) Salah satu adegan dalam drama musikal Putih Hitam Lasem di Jakarta beberapa waktu lalu. (Ist)
Kamis, 1 Februari 2018 11:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Putih Hitam Lasem Dipentaskan di Jogja

Drama musikal mengusung tema kebinekaan.

Solopos.com, JOGJA–Pagelaran Drama Musikal berjudul Putih Hitam Lasem, akan dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (3/2/2018) mulai pukul 14.00 WIB.

Putih Hitam Lasem merupakan produksi ke-9 dari D’ArtBeat. Drama musikal ini telah dipentaskan sebanyak dua kali di Jakarta. Cerita Putih Hitam Lasem mengusung cerita bertemakan Persatuan dengan tagline, Haruskah Perbedaan menghalangi Persatuan?

Dikemas secara apik dan menarik dimana seluruh musik dan lagu ditulis serta diaransemen oleh Aminoto Kosin dan Pamela Kosin selaku composer & music director, sedangkan designer & wardrobe consultant pertunjukan ini Harry Darsono, maestro adi busana senior Indonesia.

Adapun sutradara teater Ibas Aragi yang telah berpengalaman menjadi sutradara dalam banyak pementasan panggung bersama Teater Legiun yang dipimpinnya. Executive Director D’ArtBeat Grace Kusno menjelaskan inti cerita yang tertuang dalam pementasan ini diharapkan dapat menggugah spirit Bhineka Tunggal Ika, persatuan bangsa Indonesia, terkait dengan asimilasi antarsuku (dimana pada cerita ini yang diangkat adalah antara suku Tionghoa dan suku Jawa).

Tagline dari PHL sendiri Jangan lah perbedaan menghalangi persatuan telah menjelaskan bagaimana drama musikal ini sangat cocok sebagai bagian dari pembelajaran untuk tidak mempermasalahkan perbedaan dalam hubungan bermasyarakat di bumi Indonesia yang majemuk yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya seperti dalam rilis kepada Harianjogja.com, Rabu (31/1/2018).

Selain itu, pementasan bertepatan dengan momentum menyambut hari raya Imlek yang akan dirayakan pada 16 Februari 2018. “Maka rencana pementasan Drama Musikal PHL di awal Februari 2018 sangat tepat untuk kembali menggelorakan semangat Bhineka Tunggal Ika.”

Pementasan Putih Hitam Lasem akan mengambil setting cerita terkait dengan produsen batik asal Kota Lasem. Lasem sendiri adalah sebuah kota di Indonesia yang menyandang nama Tiongkok Kecil. Eratnya pembauran antara masyakat Tionghoa dan Jawa baik dari segi budaya/tradisi maupun dalam hidup berdampingan sehari-sehari, dirasakan sangat tepat untuk menjadi latar belakang pembuatan cerita Putih Hitam Lasem.

Menurut Grace, Kota Jogja dipilih sebagai lokasi pementasan karena mewakili kota-kota lainnya di Jawa bagian Tengah dimana masyarakatnya bisa turut menyaksikan karya yang kebetulan ceritanya memakai setting Kota Lasem yang adalah salah satu kota di Jawa Tengah juga.

Drama musikal ini merupakan drama hasil karya bersama tim kreatif yang diperankan oleh anak muda–dewasa dengan setting latar belakang kota dan budaya Lasem yang diwarnai kisah persahabatan, percintaan dan pengkhianatan penuh intrik. “Pementasan ini menjadi menarik karena menampilkan tontonan drama musikal yang merupakan gabungan unsur teater, musik, paduan suara dan tarian.”

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…