Sudirman Said. (Twitter-@sudirmansaid) Sudirman Said. (Twitter-@sudirmansaid)
Kamis, 1 Februari 2018 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Sudirman Said Pengin Pemuda Jateng Tak Cuma Pencitraan

Pilkada 2018 diikuti Sudirman Said sebagai cagub Jateng yang menginginkan pemuda Jateng tak melulu cuma pencitraan.

Solopos.com, SEMARANG – Sudirman Said, salah satu calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pilkada serentak 2018, kembali berkicau mengenai persoalan di Jateng melalui akun Twitternya, @sudirmansaid. Melalui akun Twitternya itu, Sudirman membahas perbedaan antara pencitraan dan reputasi.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar pada pencitraan dan reputasi. “Ada beda mendasar antara citra dan reputasi. Citra cenderung di permukaan, bungkus, bukan isi. Reputasi adalah isi, seluruh rekam jejak, kemampuan, dan perilaku,” kicau Sudirman Said, Kamis (1/2/2018) malam.

Salah satu cagub di pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu berharap para pemuda di Jateng tak cuma sibuk dengan pencitraan, namun juga mampu membangun reputasi. “Anak Muda @provjateng, bangunlah reputasi, jangan sibuk dengan pencitraan,” tandas Sudirman Said.

Sudirman Said memang kerap mengungkapkan pemikirannya melalui kicauan di media sosial Twitter, seperti soal pencitraan dan reputasi pemuda Jateng tersebut. Bahkan, kebiasaan membagikan pemikiran di Twitter sudah ia lakukan sebelum menjadi cagub di Pilgub Jateng 2018.

Berbeda dengan Sudirman Said yang aktif di media sosial Twitter, calon wakil gubernur (cawagub) yang mendampinya di Pilgub Jateng 2018, Ida Fauziyah, lebih aktif di media sosial Instagram. Wanita kelahiran Mojokerto, 49 tahun silam itu bahkan kerap mengunggah foto atau video kegiatannya melalaui akun Instagramnya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…