Aparat Polres Madiun Kota menunjukkan barang bukti hasil pencurian yang dilakukan Sudariyanto, Kamis (1/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Aparat Polres Madiun Kota menunjukkan barang bukti hasil pencurian yang dilakukan Sudariyanto, Kamis (1/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 1 Februari 2018 21:15 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENCURIAN MADIUN
Pria Rejomulyo Bolak Balik Masuk Penjara karena Mencuri Sepeda

Pencurian Madiun, seorang pria ditangkap warga setelah tepergok mencuri sepeda kayuh.

Solopos.com, MADIUN — Seorang pria bernama Sudariyanto, 48, warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, ditangkap warga setelah tepergok mencuri sepeda kayuh di perumahan Jl. Margatama, Kelurahan Kanigoro, Kota Madiun, Jumat (26/1/2018).

Berdasar hasil pemeriksaan, Sudariyanto ternyata bukan kali pertama itu tertangkap mencuri sepeda. Dia sudah berulang kali masuk penjara karena kasus yang sama.

Paur Humas Polres Madiun Kota, Aiptu Mashudi, mengatakan warga memergoki Sudariyanto dan langsung menangkap lalu membawanya ke Polsek Kartoharjo. Mashudi menyampaikan saat itu Sudariyanto berangkat dari rumahnya menuju ke perumahan itu untuk mencari sasaran.

Dia menyaru sebagai tukang cat rumah saat melakukan aksinya. “Saat ada rumah yang terlihat kosong, tersangka mengetuk pintu pagar. Kalau ada pemilik rumah datang, tersangka ini mengaku menawarkan jasa pengecatan rumah. Sedangkan saat tidak ada orang, tersangka langsung masuk dan mencuri sepeda,” jelas dia kepada wartawan di Mapolres Madiun Kota, Kamis (1/2/2018).

Namun, aksinya ketahuan warga dan dia ditangkap. Kepada petugas, Sudariyanto mengaku sudah pernah menjalani hukuman penjara akibat perbuatannya. Pada 2012, tersangka divonis empat bulan dan pada 2016 divonis tujuh bulan penjara. Di dua kasus tersebut, dia mencuri sepeda kayuh.

“Kalau dilihat dari runtutan kasus yang dilakukan, dia ini pencuri spesialis sepeda kayuh,” jelas dia.

Sebelum ditangkap warga, Sudariyanto pernah berhasil menjual barang curiannya kepada seseorang yang tidak dikenal seharga Rp400.000. Hasil penjualan sepeda itu kemudian digunakan untuk belanja baju dan jaket.

Lebih lanjut, polisi masih mendalami kasus ini dan mencari tahu korban lainnya. “Tersangka akan dikenai Pasal 362 KUHP jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Mashudi.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…