Harian Jogja/JUMALI Pesepak bola Persiba Bantul Bustomi (merah) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang Sadam Sudarma pada lanjutan Grup 4 Liga 2 2017 di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (11/9) sore. Pertandingan kedua kesebelasan berakhir untuk kemenangan PSIS dengan skor 1-2.
Kamis, 1 Februari 2018 15:55 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

Main di Liga 3, Persiba Butuh Rp1 Miliar

Manajemen Persiba Bantul memastikan membutuhkan anggaran mencapai Rp1 miliar untuk melakoni babak Nasional Liga 3 2018 mendatang

Solopos.com, BANTUL — Manajemen Persiba Bantul memastikan membutuhkan anggaran mencapai Rp1 miliar untuk melakoni babak Nasional Liga 3 2018 mendatang. Anggaran tersebut tidak hanya mencakup mengenai belanja pemain, akan tetapi juga akomodasi selama melakoni kompetisi.

“Kira-kira kebutuhannya segitu. Untuk itu saat ini kami sedang mencari sponsor guna mengatasi persoalan pendanaan tersebut,” ujar Manjer Persiba Endro Sulastomo, kepada Harianjogja.com, Rabu (31/1/2018) sore.

Ketua Komisi A DPRD Bantul ini mengungkapkan, dengan alasan tersebut pula, sampai saat ini pihaknya belum berani memberikan jawaban kepada pelatih terpilih Gatot Barnowo terkait dengan besaran nilai yang disodorkan oleh pelatih asal Gunungkidul tersebut. Meski demikian, Endro memastikan, persoalan legalitas Gatot akan selesai maksimal pertengahan Februari mendatang.

“Kami fokus mencari sponsor dulu. Intinya kami tidak ada masalah dengan nilai yang ditawarkan Pak Gatot. Kami rencanakan, penandatanganan kontrak akan dilakukan pada pertengahan bulan,” sambungnya.

Menurut Endro, usai melakukan penandatanganan kontrak, pihaknya akan langsung menggelar seleksi pemain. Rencananya, Persiba akan memaksimalkan pemain lokal dan sejumlah pemain lama yang masih mau bergabung dengan Laskar Sultan Agung. Dengan kekuatan tersebut, Endro optimistis pihaknya akan mampu kembali ke Liga 2 musim depan.

Sementara disinggung mengenai sponsor bidikan, Endro mengaku sampai saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan ke sejumlah BUMN untuk mensuport pendanaan. Salah satunya adalah Pertamina.

BUMN ini, musim lalu sempat menjadi sponsor bagi Persiba Bantul dan rencananya akan tetap mendukung Persiba di kompetisi mendatang. “Selebihnya kami masih menjalin komunikasi dengan beberapa pihak,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Pelatih Persiba Bantul Gatot Barnowo mengaku masih menunggu kepastian tanda tangan kontrak dari manajemen Laskar Sultan Agung.

Sebab, usai manajemen Persiba Bantul resmi menunjuk dirinya menangani Laskar Sultan Agung di kompetisi Liga 3 2018, komunikasi dan kepastian penandatanganan kontrak antara dirinya dengan manajemen Persiba belum ada kejelasan.

“Sekarang saya tinggal menunggu pihak manajemen. Kami memang sudah bertemu. Dan pihak manajemen sudah menyatakan 99 persen. Sedangkan saya juga sudah sodorkan nilai untuk penggunaan jasa saya.  Namun, sampai saat ini belum ada jawaban soal nilai tersebut, begitu juga dengan kepastian kontrak,” ujar Gatot Barnowo.

Meski demikian, Gatot mengaku tidak akan memberikan batas waktu kepada manajemen untuk kepastian penandatanganan kontrak. Diakui oleh mantan pelatih PSCS Cilacap ini, sejak awal dirinya memang tertantang untuk menangani tim Persiba. Sebab, dengan sederet prestasi dan sejarah panjang yang dimiliki oleh Laskar Sultan Agung, Persiba masih memiliki kekuatan dan diyakini mampu kembali ke liga 2.

“Di samping itu antusiasme manajemen, warga Bantul dan suporter juga luar biasa. Inilah yang menjadi alasan saya kenapa ingin menangani tim ini,” terang Gatot.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…