Demo yang dilakukan oleh pemandu wisata Gua Pindul di depan Kantor BUMDes Bejiharjo di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kamis (1/2/2018). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Demo yang dilakukan oleh pemandu wisata Gua Pindul di depan Kantor BUMDes Bejiharjo di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kamis (1/2/2018). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 1 Februari 2018 20:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KONFLIK GUA PINDUL
BUMDes Bejiharjo Tawarkan Solusi Tandem untuk Pemandu Belum Bersertifikat

Direktur BUMDes Bejiharjo Saryanto menegaskan pihaknya tidak ikut bermain dan tetap netral dengan mengakomodir seluruh operator yang ada di Gua Pindul

Solopos.com, GUNUNGKIDUL- Direktur BUMDes Bejiharjo Saryanto menegaskan pihaknya tidak ikut bermain dan tetap netral dengan mengakomodir seluruh operator yang ada di Gua Pindul.

Hal ini menanggapi aksi yang dilakukan ratusan pemandu wisata Gua Pindul yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewa Bejo di depan kantor BUMDes Bejiharjo, Kamis (1/2/2018).

Ada beberapa tuntutan yang disuarakan oleh pendemo. Salah satunya meminta agar BUMDes bersikap netral dan ikut bermain dalam penyelenggaraan jasa wisata Pindul.

Baca juga : Pemandu Wisata Gua Pindul Demo Tolak Pemandu Tanpa Sertifikat

Saryanto menyebutkan bukti bahwa para pengurus sudah bekerja sesuai dengan standarisasi kinerja yang ada.

Mengenai tuntutan para pendemo, ia meminta waktu selama satu minggu untuk melakukan tindak lanjut.

“Yang dipermasalahkan mengenai sertifikasi pemanduan. Untuk sekarang kami masih melakukan pendataan, nanti setelah semua terkumpul baru akan dibahas bersama-sama,” katanya, Kamis.

Menurut Saryanto untuk masalah pemandu yang belum bersertifikat, pihaknya memberikan alternatif dengan cara tandem. Yakni, saat jasa pemanduan berlangsung, beberapa pemandu yang belum bersertifikat diawasi oleh pemandu yang memiliki sertifikat pemanduan.

“Ini hanya solusi sementara, tapi ke depannya pemandu harus memiliki seritikat sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…