Meme Dilan karya Kaesang (Instagram @kaesangp) Meme Dilan karya Kaesang (Instagram @kaesangp)
Kamis, 1 Februari 2018 19:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Kocak! Kaesang Latah Bikin Meme Dilan

Kaesang ikut-ikutan membuat meme Dilan yang kocak.

Solopos.com, SOLO – Film drama romantis, Dilan 1990, yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, sangat populer di masyarakat. Demam film ini bahkan sampai menjangkiti putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang yang tak mau ketinggalan meramaikan demam film tersebut dengan membuat meme Dilan lewat cara mengedit posternya melalui akun Instagram pribadinya, @kaesangp, Rabu (31/1/2018). Menariknya, dia mengganti nama Dilan dalam poster itu menjadi Gilan. Dia juga mengganti foto Dilan dengan dirinya dan Milea dengan wajah sang kakak, Gibran Rakabuming Raka. “Gilan, jangan rindu ntar laper, madhang aja,” demikian tulisan dalam meme tersebut. Baca juga: Bikin Baper! Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Vanesha Prescilla Saat Shooting Film Dilan

“Jangan rindu, ntar kalo paler pake aplikasi @madhang.id aja. Btw tangannya mas @chillipari banyak panunya. Maaf mas @chillipari fotonya, tuntutan kerja ya begini,” tulis Kaesang sebagai keterangan foto.

Rupanya, meme itu diunggah untuk mempromosikan aplikasi khusus yang dibuat untuk berjualan makanan, yakni Madhang. Aplikasi Madhang merupakan marketplace makanan yang bisa dipakai oleh ibu rumah tangga menjual makanan tanpa perlu repot membuka warung makan.

Alih-alih mengomentari aplikasi Madhang, netizen justru lebih fokus pada meme yang diunggah Kaesang. Mereka mendesak Kaesang meminta maaf kepada kakaknya karena mengedit foto seperti itu. Warganet mengingatkan Kaesang agar tidak bertindak kurang ajar kepada kakaknya. Baca juga: Terkuak, Ini Sosok Asli Milea di Asli Film Dilan

“Berdosa hlo, semuanya akan dihitung di akhir zaman. Ayo minta maaf sama masmu,” komentar @notmorb_pink.

“Kualat hlo sama kakaknya nanti hahaha. Sukses ya masnya berdua,” sambung @ayahfauzi710.

“Ini anak kok kurang ajar sama masnya hahaha. Tapi enggak apa-apa, tuntutan pekerjaan. Kalau tidak begitu kurang seru jadi kakak adik ya,” imbuh @fauziah_rika.

 

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…