Ilustrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng. (dpmptsp.jatengprov.go.id) Ilustrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng. (dpmptsp.jatengprov.go.id)
Kamis, 1 Februari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Sepak Bola Share :

Investasi Jateng Tembus Rp51,5 T, Asing Dominan...

Investasi Jateng diakui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah mencatatkan angka hingga Rp51,5 triliun.

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan total realisasi investasi di berbagai bidang yang ditanamkan investor ke provinsi ini selama 2017 mencapai Rp51,5 triliun atau melampaui target Rp41,7 triliun.

“Total investasi tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp19,86 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp31,67 triliun,” katanya di Semarang, Kamis (1/2/2018). Menurut Prasetyo, jumlah PMA cenderung mengalami kenaikan sebesar 37% jika dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan PMDN justru menurun.

Ia menjelaskan negara yang paling banyak berinvestasi di Provinsi Jateng adalah Jepang, disusul Korea Selatan, India, serta Singapura. Investasi asing tersebut, kata dia, mayoritas bergerak di sektor gas, listrik, dan air, kemudian sektor industri kayu, industri kulit, industri tekstil, serta industri lainnya.

“Selama 2017 total investasi PMA sebanyak 955 proyek dengan penyerapan tenaga kerja asing 716 orang dan tenaga kerja indonesia ada 83.204 orang,” ujarnya.

Terkait dengan PMDN, Kabupaten Pekalongan menyumbang capaian investasi tertinggi di Jateng, yaitu mencapai Rp5,90 triliun yang bergerak di sektor listrik, gas, air, tekstil, transportasi, gudang, serta telekomunikasi. Ada pun lima kabupaten/kota penyumbang investasi terbesar secara berurutan antara lain, Kabupaten Pekalongan, Sukoharjo, Karanganyar, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.

“Sektor investasi tertinggi untuk PMDN adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi, disusul industri kecil, industri makanan, jasa lainnya, industri listrik, gas, dan air,” katanya.

Secara keseluruhan, tenaga kerja yang terserap sebagai dampak masuknya investasi PMA maupun PMDN selama 2017 tercatat sebanyak 129.240 orang. Jumlah tenaga kerja yang terserap itu menurun sekitar 26,4% dibanding 2016 yang mencapai 175.212 orang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…