Pedagang ikan laut di Pasar Bitingan Kudus, Jateng melayani pembeli, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif) Pedagang ikan laut di Pasar Bitingan Kudus, Jateng melayani pembeli, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kamis, 1 Februari 2018 15:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

HARGA KEBUTUHAN POKOK
Gelombang Tinggi Dongkrak Harga Ikan

Harga kebutuhan pokok hasil laut didongkrak oleh tingginya gelombang laut yang membuat nelayan enggan melaut.

Solopos.com, KUDUS – Harga kebutuhan pokok hasil laut—terutama ikan-ikanana—di pasar tradisional Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengalami kenaikan secara bervariasi. Muslikah, salah seorang pedagang ikan laut di Pasar Baru Kudus, Kamis (1/2/2018), mengungkapkan kenaikan harga ikan terjadi sejak nelayan tidak melaut karena gelombang tinggi.

“Kenaikan harga jual ikan mulai terasa sejak sebulan lalu,” ujarnya. Bahkan, lanjut dia, saat ini stok ikan laut juga mulai langka, kalaupun ada merupakan stok ikan lawas yang disimpan di tempat pendingin.

Akibatnya, lanjut dia, kualitas ikan laut yang beredar di pasaran saat ini juga kurang bagus, karena hasil tangkapan beberapa pekan sebelumnya. Ikan laut yang mengalami kenaikan harga, antara lain ikan tongkol, muniran, mayaran, bandeng, dan blanak.

Ikan tongkol, pekan ini, dijual dengan harga Rp30.000/kg. Padahal sebelumnya Rp28.000/kg. Ikan muniran naik menjadi Rp30.000/kg dari sebelumnya Rp25.000/kg, ikan blanak Rp40.000/kg dari sebelumnya Rp35.000, sedangkan ikan bandeng laut Rp30.000 naik dari sebelumnya Rp28.000.

Naiknya harga berbagai jenis ikan laut kebutuhan pokok masyarakat itu, kata dia, berdampak pada transaksi penjualan mengalami kelesuan. Tuti, pedagang ikan lainnya, membenarkan bahwa sejak awal Januari 2018 harga jual berbagai jenis ikan laut memang mengalami kenaikan secara bervariasi, di antaranya ikan patin, cumi, tongkol, blanak, layur, serta kerang.

Hanya saja, sejak pasokan ikan laut mulai sulit, dirinya tidak lagi menyediakan ikan laut. Pasalnya, ikan yang ada merupakan hasil tangkapan beberapa pekan sebelumnya, sehingga kualitasnya kurang bagus.

Apalagi, lanjut dia, pelanggannya selama ini merupakan pelanggan tetap yang memang mengakui ikan yang dijual memang berkualitas dan bukan ikan yang disimpan di tempat pendingin. Saat ini, dirinya hanya menyediakan ikan tambak, seperti bandeng, lele, nila, dan gurami.

Untuk harga jualnya, kata dia, cenderung mengalami kenaikan, karena tidak adanya ikan laut, sehingga konsumen beralih ke ikan air tawar. Ikan bandeng yang sebelumnya dijual Rp28.000/kg kini naik menjadi Rp30.000/kg, ikan lele sebelumnya Rp19.000/kg naik menjadi Rp20.000/kg, ikan nila sebelumnya Rp31.000/kg naik menjadi Rp32.000/kg, serta ikan gurami sebelumnya Rp35.000/kg naik menjadi Rp36.000/kg.

Noor Khayati, pedagang ikan di Pasar Bitingan, mengakui ikan laut memang mengalami kenaikan harga secara bervariasi. Ia mencontohkan ikan salmon yang semula dijual Rp25.000/kg kini naik menjadi Rp30.000/kg dan ikan dorang sebelumnya Rp45.000 naik menjadi Rp60.000/kg, ikan cumi semula Rp50.000/kg kini naik menjadi Rp60.000/kg.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…