Logo Pemkot Jogja
Kamis, 1 Februari 2018 21:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Hadapi Paceklik Wisatawan, Dispar Kota Jogja Gelar Jogjavaganza

Januari-April merupakan musim sepi wisatawan

Solopos.com, JOGJA-Dinas Pariwisata Kota Jogja mengundang sejumlah agen wisata dari berbagai daerah di Indonesia dan para pelaku wisata di Jogja untuk mengeksplorasi objek wisata Jogja. Acara bertajuk Jogjavaganza tersebut digelar sebagai upaya menaikkan kunjungan wisatawan di bulan paceklik wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata, Dinas pariwisata Kota Jogja Yeti Martanti mengatakan, periode Januari-April merupakan musim sepi wisatawan sehingga dibutuhkan upaya-upaya untuk meramaikan kunjungan wisatawan ke Jogja, salah satunya melalui Jogjavaganza. “Harapannya acara ini bisa meramaikan bulan-bulan sepi wistawan,” kata Yeti di Balai Kota Jogja, Kamis (1/2/2018).

Yeti mengatakan total ada 120 agen wisata di berbagai daerah akan diajak berwisata gratis di Jogja pada 20-23 Februari mendatang. Pihaknya juga mengundang sejumlah pengelola objek wisata di Jogja, pemilik toko oleh-oleh, hingga pengelola hotel nonbintang untuk berinteraksi bersama para agen wisata domestik tersebut.

Pengelola hotel nonbintang dipilih, karena selama musim sepi, mereka yang paling terkena dampaknya sehingga Jogjavaganza ini menjadi ajang promosi pengelola hotel. “Kalau hotel bintang saya kira sudah melakukan upaya promosi sendiri, tapi hotel nonbintang kami bantu promosinya dengan mendatangkan langsung agen wisata,” papar Yeti.

Sebelum puncak Jogjavaganza digelar, Yeti menambahkan, akan ada beberapa rangkaian acara lainnya di antaranya Fun Night Run pada 10 Fenruari. Jalan santai yang digelar pada malam hari itu akan dimulai dari Balai Kota Jogja, kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan di Jogja bagian selatan. Harapannya, objek wisata di Jogja bagian selatan juga ikut terdongkrak.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…