nelayan Pantai Depok beristirahat setelah panen ikan bawal putih, Selasa (30/1/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja) nelayan Pantai Depok beristirahat setelah panen ikan bawal putih, Selasa (30/1/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 1 Februari 2018 14:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Depok Paceklik Ikan

Nelayan di Pantai Depok mengalami paceklik ikan, Kamis (1/2/2018)

 
Solopos.com, BANTUL—Nelayan di Pantai Depok mengalami paceklik ikan, Kamis (1/2/2018).

Gelombang tinggi diduga sebagai dampak gerhana bulan Super Blue Blood Moon yang terjadi pada malam sebelumnya.

Salah satu nelayan, Mistok menuturkan sejak semalam gelombang konsisten tinggi. Bahkan saat gerhana terjadi, tinggi gelombang mencapai enam hingga delapan meter. Meski tinggi gelombang di atas rata-rata, namun menurutnya tidak ada kerusakan berarti yang terjadi di sepanjang pesisir Pantai Depok.

Mistok menambahkan pada Kamis (1/2/2018) pagi, gelombang masih tinggi yakni di kisaran 4,6 meter namun ada sekitar 15 nelayan yang nekat melaut, termasuk dirinya.

Pasalnya para nelayan tengah mengejar tangkapan ikan jenis bawal putih yang harganya naik menjadi Rp350.000 per kilogram menjelang perayaan imlek. Namun nelayan asli Kebumen, Jawa Tengah ini mengaku tangkapan ikannya minim.

Ia hanya mendapatkan dua ekor lobster ukuran kecil dan ikan gatho yang harganya hanya Rp30.000 perkilogram, dan jenis ikan lainnya yang harga murah. “Saat tembus harga Rp350.000 perkilogram justru paceklik ikan,” katanya ditemui saat tengah menyandarkan kapalnya.

Sementara itu, Turiyo, nelayan lain mengaku tidak berani berangkat melaut. Sebab gelombang laut tinggi dan angin juga bertiup cukup kencang. Akibatnya nelayan yang melaut pun kesulitan mengendalikan laju perahunya, bahkan saat akan merapat ke pantai.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, perahu nelayan membutuhkan waktu lama untuk merapat. Gelombang tinggi dan ombak yang memecah setiap 10 meter membuat kapal terombang-ambing.

Saat telah mencapai pesisir pantai pun, kapal masih terseret-seret gelombang. “Kalau gelombangnya gini [tinggi], susah dapat ikan,”ujar nelayan asal Gombong ini.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…