Tanah kas Desa Demangan, Sambi, di samping pabrik Esemka akan dibangun jalan selebar tujuh meter menuju Dukuh Gandrungan, Desa Demangan, Sambi. (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Tanah kas Desa Demangan, Sambi, di samping pabrik Esemka akan dibangun jalan selebar tujuh meter menuju Dukuh Gandrungan, Desa Demangan, Sambi. (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 07:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Foto Mobil Esemka Beredar via Facebook, Begini Kondisi Pabrik di Sambi Boyolali

Foto mobil Esemka sempat beredar di Facebook dan membuat masyarakat bertanya-tanya ihwal produksi mobil tersebut.

Solopos.com, BOYOLALI — Foto mobil Esemka baru-baru ini muncul di media sosial Facebook. Foto ini memancing rasa penasaran dengan produksi mobil nasional tersebut.

Dalam foto itu, mobil SUV berwarna putih tersebut diangkut dengan sebuah truk loader. Di bagian belakang mobil Esemka tertera bedge bertuliskan Garuda 1. Tidak jelas kapan foto itu diambil atau di mana. Namun, foto itu membuat orang bertanya-tanya apakah mobil Esemka telah benar-benar diproduksi.

Kabar tersebut bahkan sudah sampai ke perakit mobil Esemka pertama. Mereka berharap dilibatkan dalam proyek Esemka Garuda yang diproduksi PT Adiperkasa Citra Lestari kini dikomandani mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono.

“Harapan kami tetap ingin dilibatkan, karena akarnya mobil Esemka kan dari SMK. Berapa persen pun kita coba untuk andil. Kalau tidak seperti itu SMK bisa semakin tertinggal jauh,” kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMK Warga, Heru Raharjo, sekaligus pionir perakit mobil Esemka ketika berbincang dengan Solopos.com, Rabu (31/1/2018).

Baca:

Pabrik Esemka Boyolali Dilengkapi Sarana Test Drive Bertaraf Internasional

Showroom Mobil Esemka di Sambi Boyolali Siap Digunakan

Esemka kali pertama muncul pada 2008 yang dirakit oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nama Esemka makin melejit ketika Joko Widodo yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo serta Wakil Wali Kota (Wawali) F.X. Hadi Rudyatmo menjadikan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas mereka.

Bahkan, saat ini mobil yang memiliki mesin 1.500 cc dan transmisi manual 5 percepatan itu telah menjadi monumen di SMK Warga. “Jadi daripada tidak terurus diparkiran, kami jadikan monumen di depan sekolah,” katanya.

Sementara itu, untuk mengobati rasa penasaran itu, Solopos.com menyambangi salah satu pabrik Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali. Menurut informasi, pabrik tersebut hingga saat ini belum beroperasi memproduksi mobil Esemka. Bahkan pabrik tersebut belum dilengkapi mesin produksi maupun penunjangnya.

Dalam pengamatan Solopos.com, di pabrik itu tidak tampak ada aktivitas produksi mobil. Pintu bangunan utama tertutup sehingga tidak dapat terlihat bagian dalamnya.

Di sebelah utara, tampak beberapa pekerja proyek sedang menyelesaikan pekerjaan. Sebuah truk molen (truk cor beton) terlihat memasuki area menuju lokasi para pekerja proyek tersebut beraktivitas.

Sementara itu, saat Solopos.com berusaha menemui pengelola, petugas sekuriti mengatakan saat itu sedang tidak ada pihak yang dimaksud. Selain itu petugas juga menyampaikan pesan semua orang dilarang mendekat atau masuk ke area pabrik.

“Mohon maaf orang luar tidak boleh memasuki area maupun mengambil gambar. Kalau mau meminta informasi lebh lanjut, silakan menghubungi pihak manajemen,” ujar salah satu petugas sekuriti.

Petugas hanya mengiyakan bahwa di bagian utara sedang ada pembagunan perluasan pabrik. “Iya, pabrik ini masih ada pengembangan,” ujarnya.

Informasi perluasan ini dibenarkan Camat Sambi, Hari Haryanto. “Pabrik Esemka di Desa Demangan sampai saat ini belum produksi. Saya kemarin ke sana, saat ini masih dalam tahap penyelesaian gedung untuk produksi. Yang showroom sudah jadi,” ujarnya melalui telepon.

Sementara itu, Managing Director PT. Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) belum dapat dimintai konfirmasi mengenai produksi mobil tersebut. Saat dihubungi, nomor teleponnya tidak aktif.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Orang Gila Gaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (13/2/2018). Esai ini karya Fajar S. Pramono, peminat isu sosial ekonomi dan alumnus Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Belum hilang dari ingatan kita kasus penganiayaan atas diri…