Ilustrasi grid girls/crash.net Ilustrasi grid girls/crash.net
Kamis, 1 Februari 2018 15:27 WIB Balap Share :

FORMULA 1 2018
Wah, Formula 1 Hilangkan Grid Girl Mulai Musim Ini

Formula 1 menghapus keberadaan grid girls mulai musim 2018.

Solopos.com, JENEWA—Formula 1 memutuskan menghapus keberadaan grid girls pada balapan mulai musim 2018 ini. Kebijakan ini diambil setelah banyaknya protes akan kehadiran grid girls lantaran alasan keamanan, kenyamana, hingga kepantasan menggunakan perempuan sebagai alat promosi.

Dilansir crash.net, Kamis (1/2/2018), topik soal penggunaan grid girls di arena balap ini sudah mengemuka dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, penyelenggara F1 terus mengkaji mengenai kebijakan hingga resmi mengumumkannya, Rabu (31/1/2018). (baca: FORMULA 1 : FIA Perketat Syarat untuk Membalap di F1)

“Formula 1 akan mengakhiri praktik penggunaan grid girls yang dimulai dalam balapan musim 2018. Perubahan ini juga akan berlaku di kejuaraan motorsport lain,” rilis F1.

Dalam statemennya, F1 menjelaskan kebijakan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan waktu yang dihabiskan tim dan pembalap sebelum balapan. Pada momen ini banyak tamu, penampil, penonton hingga promotor, dan partner punya kepentingan untuk menjual produk-produknya.

“Di sisi lain, F1 merasa perlu memperbaiki olahraga ini agar sejalan dengan visi balapan jet darat terbaik di dunia tersebut,” imbuh Commercial Chief F1, Sean Bratches.

Tak dapat dimungkiri penggunaan grid girls seakan menjadi trademark balapan F1 selama bertahun-tahun. Namun demikian, hal ini dinilai tak lagi sesuai dengan nilai brand serta norma sosial di era modern saat ini.

“Kami tidak percaya bahwa praktek ini sesuai atau relevan untuk F1 dan penggemarnya di dunia,” jelasnya.

Keberadaan grid girls atau model promosi sebenarnya telah muncul sejak musim 1960-an silam. Mereka direkrut untuk mempromosikan merek dari tim yang berkompetisi di kejuaraan ini. Biasanya mereka menggunakan atribut yang bergambar atau berlogo sebuah sponsor utama dari masing-masing tim.

Grid girls ini rata-rata bekerja sebagai freelance meski ada pula yang direkrut penuh oleh tim. Mereka biasanya berusia sekitar 18-30 tahun. Hal yang sangat menarik perhatian dari mereka adalah selain cantik, pakaian yang mereka kenakan cukup ketat dengan logo-logo dari para sponsor dan tim balap yang mereka wakili.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…