Warga menyaksikan gerhana Bulan total dari teleskop milik Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) di Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (31/1/2018). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com) Warga menyaksikan gerhana Bulan total dari teleskop milik Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) di Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (31/1/2018). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)
Kamis, 1 Februari 2018 07:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

FENOMENA ALAM
Blood Moon Terlihat dari Simpang Lima Semarang

Fenomena alam Gerhana Bulan Total yang disertai blood Moon terlihat dari Simpang Lima, Kota Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Fenomena alam berupa gerhana Bulan yang diiringi super blue blood moon terlihat dari Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1/2018).

Menurut Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) yang memasang tiga teleskop untuk mengamati gerhana Bulan total di Simpang Lima, puncak fenomena alam itu terjadi pada pukul 20.48 WIB.

Puluhan warga yang berdatangan untuk menyaksikan gerhana Bulan total itu pun saling berebut teleskop. “Keren. Munculnya kayak Mugen Tsukuyomi-nya Madara [serial komik Naruto],” kelakar Koordinator HAAS, Dwi Lestari, sambil melihat fenomena alam di langit Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Rabu malam.

Akhtur Gumilang, salah seorang warga Semarang yang turut menyaksikan gerhana Bulan total dari Simpang Lima mengaku takjub dengan fenomena alam yang konon terjadi sebelumnya pada 152 tahun silam itu.

Ia mengakui super moon, blue moon, maupun blood moon tidak terlihat jelas dengan mata telanjang karena tertutup awan. Namun, saat dilihat dengan teleskop milik HAAS, terutama seri Refraktor Skywatcher 90 EQ, fenomena super blue blood moon terlihat jelas.

“Pas blood moon sangat kelihatan. Warna bulannya terlihat merah jingga. Keren! ” ujar pria yang akrab disapa Gugum itu.

Sementara itu, Dwi menjelaskan fase munculnya gerhana Bulan total yang terlihat dari Simpang Lima. Fase gerhana Bulan total itu dimulai pada pukul 18.48 WIB dengan mulai terlihatnya bayangan umbra di sekitar bulan.

Sekitar pukul 19.40 WIB, Bulan masuk ke bayangan umbra. Setelah itu, pada pukul 20.48 WIB, Bulan tertutup total dan berakhir pada pukul 21.27 WIB. “Itu hasil pengamatan kami sejak pagi tadi. Ada 10 anggota yang bertugas mengamati sampai saat ini,” beber Dwi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…