Sejumlah masalah menghinggapi bisnis perjalanan umrah di Indonesia. Sebagian sudah masuk ke ranah hukum. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos) Sejumlah masalah menghinggapi bisnis perjalanan umrah di Indonesia. Sebagian sudah masuk ke ranah hukum. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 18:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Dilaporkan Bermasalah, Pemberangkatan Peserta Perjalanan Umrah SBL Diawasi Kemenag Solo

Sebanyak 20 warga Solo peserta perjalanan umrah via SBL akhirnya berangkat ke Tanah Suci.

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 20 warga Solo yang peserta perjalanan umrah lewat PT Solusi Balad Lumampah (SBL) diberangkatkan ke Tanah Suci, Rabu (31/1/2018). Sementara itu, Kemenag masih memantau PT SBL karena masih ada calon jemaah umrah yang belum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Rosyid Ali Safitri, mengungkapkan Kemenag memantau secara khusus PT SBL setelah menerima informasi biro tersebut sedang bermasalah. Kemenag Solo langsung mendatangi kantor PT SBL di Desa Gentan, Baki, Sukoharjo, untuk menanyakan jumlah calon jemaah umrah asal Solo yang mendaftar.

“Kami mendapatkan data ada 20 calon jemaah umrah asal Solo yang informasinya gagal berangkat. Namun, setelah dicek ternyata mereka berangkat sesuai jadwal yakni tanggal 31 Januari,” ujar Rosyid kepada Solopos.com, Kamis (1/2/2018).

Rosyid menjelaskan Kemenag sampai harus memantau pemberangkatan 20 calon jemaah umrah PT SBL ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Hal itu sangat penting untuk memastikan tidak ada penundaan pemberangkatan ke Tanah Suci.

Kemenag, lanjut dia, mendapatkan informasi dari PT SBL ada sebanyak 12 calon jemaah umrah yang rencananya diberangkatkan Februari dan Maret. Namun, sepuluh dari 12 calon jemaah umrah memilih pengembalian dana (refund). Sementara dua orang calon jemaah umrah akan diberangkatkan PT SBL pada Maret nanti.

“Kami masih terus berkomunikasi dengan manajemen SBL untuk memantau calon jemaah umrah yang belum berangkat,” kata dia.

Ia menjelaskan refund yang diminta calon peserta umrah sampai sekarang belum dikembalikan penuh. Pengembalian uang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara PT SBL dan calon jemaah umrah.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengaku sampai sekarang belum ada laporan korban SBL di Polresta Solo. Polisi akan menindaklajuti laporan warga jika ada yang melapor.

“Kami juga mendapatkan informasi PT SBL sebagai biro umrah sedang diawasi Kemenag. Polresta siap bekerja sama Kemenag untuk menindaklanjuti biro umrah bermasalah di Solo,” kata dia.

Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi), Her Suprabu, mengatakan sudah banyak calon jemaah umrah PT SBL yang berpindah biro. Hal tersebut dilakukan karena calon jemaah umrah mulai khawatir gagal berangkat.

“Kami juga mendapati ada sejumlah calon jemaah umrah PT SBL yang konsultasi sebelum berpindah ke biro umrah lain,” kata dia.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari PT SBL terkait pemberangkatan peserta perjalanan umrah yang mendaftar ke biro tersebut.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…