Warga Alas Kobong, Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, ditemukan meninggal dunia di perairan WKO Sragen, Rabu (31/1/2018) malam. (Istimewa/Ngadiman/Warga Sumberlawang) Warga Alas Kobong, Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, ditemukan meninggal dunia di perairan WKO Sragen, Rabu (31/1/2018) malam. (Istimewa/Ngadiman/Warga Sumberlawang)
Kamis, 1 Februari 2018 19:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

BUNUH DIRI SRAGEN
Warga Alas Kobong Nekat Terjun ke Jurang WKO karena Depresi

Seorang pria asal Alas Kobong nekat terjun ke jurang WKO Sragen karena depresi.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang warga Dukuh Alas Kobong RT 019, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Suyono, 25, ditemukan mengapung di Sungai Duwet yang bermuara ke Waduk Kedung Ombo (WKO), Dukuh Pancing Kerep, Desa Ngandul, Sumberlawang, Sragen, Rabu (31/1/2018) pukul 21.00 WIB.

Pemuda itu diduga karena bunuh diri. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (1/2/2018), menjelaskan awalnya adik Suyono, Iwan, bersama warga mencari Suyono di lingkungan Dukuh Pancing Kerep RT 018.

Mereka mencari Suyono di daerah itu lantaran mendapat informasi Suyono berada di pinggir jurang Kali Duwet yang masuk perairan WKO. “Ada warga yang mencoba membujuk korban supaya tidak mendekati jurang karena berbahaya. Tetapi bujukan warga tak dihiraukan Suyono. Warga berinisiatif mendatangkan perahu di sekitar lokasi tetapi Suyono telanjur terjun ke jurang. Warga spontan ikut terjun menyelam untuk menyelamatkan Suyono, namun upaya itu tidak berhasil,” jelas Sigit, sapaan akrabnya.

Warga berkoordinasi dengan tim BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Polsek Sumberlawang untuk mencari Suyono. Dia mengatakan Suyono ditemukan pada pukul 23.15 WIB atau selama 2 jam 15 menit dari saat Suyono terjun.

“Jenazah diserahkan kepada keluarga. Sebelumnya jenazah diperiksa dari tim medis untuk memastikan korban meninggal karena tenggelam,” ujarnya.

Kapolsek Sumberlawang AKP I Ketut Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan Suyono bunuh diri dengan cara terjun ke perairan WKO.

“Dari keterangan keluarga, korban sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri tetapi gagal. Korban nekat bunuh diri karena depresi,” ujarnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…