Atap dapur Balai Desa Taji, Kecamatan Prambanan rusak akibat tersambar petir pada Kamis (1/2/2018) siang. (Istimewa/Pusdalops BPBD Klaten) Atap dapur Balai Desa Taji, Kecamatan Prambanan rusak akibat tersambar petir pada Kamis (1/2/2018) siang. (Istimewa/Pusdalops BPBD Klaten)
Kamis, 1 Februari 2018 21:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

BENCANA KLATEN
Atap Dapur dan Ruang Kerja Balai Desa Taji Rusak Tersambar Petir

Petir menyambar atap dapur dan ruang kerja di Balai Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Solopos.com, KLATEN — Balai Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, tersambar petir, Kamis (1/2/2018) siang. Sambaran petir itu menyebabkan atap dapur balai desa dan sebagian ruang kerja kepala urusan (kaur) pembangunan rusak.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Petir diduga menyambar tower Internet balai desa setempat yang belum dilengkapi penangkal petir.

Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp10 juta. “Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Kamis.

Kepala Desa Taji, Supolo, mengatakan saat petir menyambar ia bersama perangkat desa masih berada di balaidesa. Petir menyambar bersamaan hujan deras yang mengguyur wilayah Taji dan sekitarnya.

“Saat itu saya berlima ada di balai desa. Tiba-tiba terdengar suara blar dan terlihat api menyambar di dalam ruangan,” kata dia.

Setelah peristiwa tersebut, Supolo dan para perangkat desa bergegas meninggalkan ruangan. Beruntung tak ada korban jiwa dari peristiwa itu. Supolo menjelaskan atap dapur mengalami kerusakan paling parah.

Sebagian atap di ruang kaur pembangunan juga rusak. Terkait peralatan elektronik, ia belum bisa memastikan. Namun, ia menjelaskan kantor desa tetap bisa dimanfaatkan untuk pelayanan.

“Meski ada sebagian ruangan yang atapnya rusak pelayanan tetap bisa dilakukan. Kan masih ada ruangan lain,” ungkapnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…