Diskusi penyiapan Peraturan Bupati (Perbub) tentang kabupaten layak anak di Kantor P3AP2KB Sleman, Rabu (31/1/2018) (JIBI/Irwan A. Syambudi) Diskusi penyiapan Peraturan Bupati (Perbub) tentang kabupaten layak anak di Kantor P3AP2KB Sleman, Rabu (31/1/2018) (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Kamis, 1 Februari 2018 12:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

173 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Sleman

Aturan daerah tentang kabupaten layak anak sangat penting sebagai upaya menekan angka kekerasan anak

Hariajogja.com, SLEMAN– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengungkapkan aturan daerah tentang kabupaten layak anak sangat penting sebagai upaya menekan angka kekerasan anak.

Menurut dia kasus kekerasan anak perlu menjadi perhatian serius, salah satunya dengan dibuatkan regulasi yang detail. Sehingga dengan demikian kasus kekerasan anak dapat ditekan dan tidak selalu berulang. Pasalnya banyak dijumpai sejumlah pelaku kasus kekerasan anak, sebelumnya pernah menjadi korban kekerasan anak.

Berdasarkan data kasus 2017 lalu terdapat 173 kasus kekerasan anak. Sebanyak 54 kasus diantaranya merupakan kasus kekerasan anak yang terlibat masalah hukum. Dari 54 kasus, sebanyak 43 kasus berstatus korban dan 11 kasus berstatus sebagai pelaku.

“Iya memang angkanya cukup tinggi, tapi jika dibanding dengan jumlah anak yang ada di Sleman jumlah kasus itu tidak seberapa. Namun demikian seberapapun jumlah kasus kekerasan pada anak harus tetap menjadi perhatian serius, karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” kata dia, Rabu (31/1/2018).

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…