Ilustrasi gerakan koperasi (Bisnis.com) Ilustrasi gerakan koperasi (Bisnis.com)
Rabu, 31 Januari 2018 17:05 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

232 Koperasi di Boyolali Dibubarkan karena Sudah Tak Aktif

Ratusan koperasi di Boyolali dibubarkan.

Solopos.com, BOYOLALI — Sebanyak 232 dari 1.028 koperasi yang ada di Boyolali dibubarkan. Pembubaran ini dilakukan karena koperasi-koperasi tersebut tidak aktif atau tidak pernah melaporkan aktivitas mereka.

“Pembubaran ini kan langsung dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,” ujar Kasi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi pada Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Handoyo, Rabu (31/1/2018), saat dihubungi melalui telepon.

Sebelum dibubarkan, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap pengurus koperasi. Di antaranya meminta untuk menggelar rapat anggota tahunan (RAT) dan menyehatkan koperasi. “Tapi koperasi tak mampu bertahan yang kemudian dibubarkan langsung oleh Kementerian,” kata Agus.

Agus Handoyo menambahkan pembubaran koperasi ini bukan kali pertama. Sebelumnya pembubaran ini sudah pernah dilakukan. Bahkan diperkirakan dalam waktu mendatang masih akan ada lagi pembubaran koperasi di Boyolali.

Sementara itu, pembubaran yang dilakukan melalui surat edaran kepada pengurus hingga saat ini tidak mendapat respons dari mereka. “Lha mau merespons bagaimana wong nyatanya mereka selama ini sudah tidak lagi melakukan pelaporan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari 796 koperasi yang masih ada ini, sedikitnya masih ada sekitar 200 hingga 300 koperasi yang akan menyusul untuk dibubarkan. Hal itu seiring tak beroperasinya kegiatan koperasi dan tak adanya laporan RAT ke pemerintah selama dua kali berturut-turut.

Sebenarnya dia menyayangkan bubarnya koperasi yang ada di wilayahnya. Sebab keberadaan koperasi dapat membantu masyarakat, misalnya di bidang simpan pinjam yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…