Polisi membawa tersangka pembunuh Dera ke rumah Dera di Perumahan Sawahan, Boyolali, untuk rekonstruksi kasus, Selasa (30/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Polisi membawa tersangka pembunuh Dera ke rumah Dera di Perumahan Sawahan, Boyolali, untuk rekonstruksi kasus, Selasa (30/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Selasa, 30 Januari 2018 16:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMBUNUHAN BOYOLALI
Keluarga Tersangka Pembunuh Dera Tak Lagi Tinggal di Perumahan Sawahan

Keluarga tersangka pembunuh Dera saat ini tidak lagi tinggal di perumahan Sawahan, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Polres Boyolali bergerak cepat menangani kasus pembunuhan Dera Dewanti Dirgahayu, 38, warga Perum Sawahan Indah 4 Ngemplak, Boyolali. Hanya lima hari setelah penangkapan tersangka di Pekanbaru, Riau, polisi langsung menggelar rekonstruksi, Selasa (30/1/2018).

Rekonstruksi dilakukan di rumah Dera di Perum Sawahan Indah 4 Ngemplak dan di lokasi pembuangan jenazah Dera di area persawahan sekitar Waduk Cengklik. Sementara itu, setelah kasus ini terungkap, keluarga tersangka Beki Efrianto, 21, sudah meninggalkan rumah kontrakan mereka yang berada tak jauh dari rumah Dera.

Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi mengatakan Beki memeragakan 36 adegan dalam kasus yang menghebohkan masyarakat ini. “Ada 32 adegan di rumah dan ada empat adegan di lokasi pembuangan. Rekonstruksi ini merupakan bagian dari proses hukum untuk mencocokkan keterangan tersangka,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela rekonstruksi di rumah Dera.

Baca:

Pembunuh Dera Tetangga Rumah, Beraksi Setelah Kalah Judi

Sang Kakak Dibunuh, Adik Dera Ingin Pelaku Dihukum Berat

Niatnya Mencuri, Ini yang Membuat Pelaku Nekat Membunuh Dera

Menurut dia, rekonstruksi yang dihadiri penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali dan kuasa hukum tersangka ini sesuai keterangan pelaku. “Sejauh ini semuanya sesuai,” imbuhnya.

Dalam rekonstruksi terungkap setelah membunuh Dera, Beki sempat pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah Dera untuk ganti baju. Selain itu, dia juga pamitan kepada ibunya dan mengatakan akan pergi berwirausaha ternak lele tanpa menyebutkan tempat tujuannya. Setelah itu, Beki kembali ke lokasi pencurian dan segera kabur ke Waduk Cengklik dengan mobil Honda Jazz milik Dera yang berisi jenazah Dera.

Di sisi lain, sejak kasus pembunuhan karyawan bank perkreditan rakyat (BPR) di Colomadu, Karanganyar, ini terungkap, keluarga Beki tak lagi tinggal di rumah kontrakan mereka di perumahan Sawahan itu. Namun warga setempat tak tahu persis kapan dan ke mana keluarga Beki “pindah” dari perumahan tersebut.

Sejumlah tetangga Beki mengatakan sebelum Beki diketahui sebagai pembunuh Dera, rumah di ujung jalan itu ditinggali kedua orang tua dan seorang adik Beki. “Tapi saya kurang tahu siapa saja nama mereka. Sudah tidak terlihat di sini. Tapi kalau sore kadang bapaknya datang untuk menyalakan lampu rumah,” ujar tetangga dekat yang enggan menyebut namanya kepada Solopos.com, Selasa.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, rumah Beki yang bertembok batu bata belum diplester itu tampak sepi. Pintu depan tertutup dan tidak tampak ada aktivitas di dalamnya.

Di teras rumah ada sepeda ontel terparkir. Namun setelah Solopos.com mengamati ke dalam rumah melalui jendela kaca bening, tidak terlihat seorang pun di dalamnya.

 

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…