Menteri Agama Lukman Hakim Saidudin dengan disaksikan sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kanan), memukul gong sebagai tanda pencananga Gerakan Sadar Zakat Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (24/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya) Menteri Agama Lukman Hakim Saidudin dengan disaksikan sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kanan), memukul gong sebagai tanda pencananga Gerakan Sadar Zakat Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (24/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya)
Rabu, 24 Januari 2018 13:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

ZAKAT JATENG
Di Hadapan Gubernur Jawa Tengah, Gerakan Sadar Zakat Dicanangkan

Zakat di Jateng kini didukung Gerakan Sadar Zakat yang dicanangkan Menteri Agama di Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (24/1/2018), mencanangkan gerakan sadar zakat tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang.

Lukman dalam sambutan saat pencanangan gerakan sadar zakat Jateng itu mengatakan gerakan semacam ini penting untuk memaksimalkan potensi zakat secara nasional yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat secara nasional saat ini mencapai Rp270 triliun.

Sementara itu, lanjut dia, penerimaan zakat secara nasional kini hanya mencapai sekitar Rp6 triliun. “Jumlah tersebut masih sangat kecil mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” katanya.

Ia melihat adanya beberapa persoalan yang menyebabkan rendahnya kesadaran membayar zakat. Persoalan utamanya, menurut dia adalah keterbatasan pemahaman tentang zakat.

Menurut dia, harus disadari ada bagian 2,5% dari harta yang merupakan milik orang lain. “Setelah pemahaman tentang zakat terbangun, mulai berpikir tentang mekanisme menghimpun dana umat yang potensinya luar biasa,” katanya.

[Baca juga Duh, Banyak ASN di Jateng Belum Sadar Bayar Zakat]

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan potensi zakat dari aparat sipil negara di Provinsi Jawa Tengah cukup besar. Ia menjelaskan pemprov memiliki sekitar 14.700 ASN muslim. Dari jumlah tersebut, kata dia, potensi zakat yang diterima mencapai Rp1,7 miliar.

“Belum lagi dari guru SMA/SMK yang pengelolaannya di bawah pemprov mencapai 30.000 orang, potensinya mencapai Rp1,2 miliar,” katanya. Potensi zakat ini, menurut Ganjar, bisa turut membantu pemda dalam menanggulangi permasalahan di masyarakat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…