Dera Dewanti Dirgahayu (kanan). (Istimewa) Dera Dewanti Dirgahayu (kanan). (Istimewa)
Selasa, 23 Januari 2018 08:57 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Peristiwa Share :

PEMBUNUHAN BOYOLALI
Jenazah Dera Dimakamkan di TPU Jangli Tlawah Jatingaleh Semarang Hari Ini

Korban pembunuhan di Waduk Cengklik, Boyolali, Dera Dewanti Dirgahayu, rencana dimakamkan di Semarang.

Solopos.com, SEMARANG—Korban pembunuhan di Waduk Cengklik, Boyolali, Dera Dewanti Dirgahayu, rencana dimakamkan di Semarang, Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Seperti diberitakan Semarangpos.com, Dera diduga menjadi korban pembunuhan setelah mayatnya ditemukan warga di area persawahan selatan Waduk Cengklik, Boyolali, Senin (22/1/2018) pagi. Saat ditemukan, kondisi korban tanpa busana dan terdapat sejumlah bekas luka. (baca: PEMBUNUHAN BOYOLALI : Begini Keseharian Dera Sebelum Mayatnya Ditemukan di Waduk Cengklik)

Setelah ditelusuri, korban merupakan Dera Dewanti Dirgahayu yang tinggal di Perum Sawahan Indah RT 001/RW 001, Padokan, Sawahan, Boyolali.

Meski tinggal di Boyolali, berdasar kartu identitas yang dimiliki korban merupakan warga Jl Berlian III/D 297A, Tembalang, Kota Semarang.

Kapolsek Tembalang, Kompol Budi Rahmadi, membenarkan jika korban saat ini masih tercatat sebagai warga Tembalang. Meskipun demikian, ia dan keluarganya sudah pindah dari Jl Berlian, tepatnya di Perumahan Mangunharjo Diponegoro sejak setahun lalu.

“Korban sudah pindah dari rumahnya di Jl Berlian sejak setahun lalu. Korban pindah ke wilayah Soloraya, sedangkan ibunya tinggal bersama kakaknya di Sendangmulyo, Tembalang,” tutur Kapolsek Tembalang  saat dihubungi Solopos.com, Selasa pagi.

Budi menambahkan ibu korban sempat shock mendengar kejadian yang menimpa korban. Keluarganya pun berencana memakamkan jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jangli Tlawah di kawasan Jatingaleh, Semarang, Selasa siang.

“Rencana korban dimakamkan nanti siang,” tutur Budi.

Terpisah, seorang petugas keamanan di kompleks perumahan yang pernah dihuni korban, Heri, menyebutkan kaget mendengar peristiwa pembunuhan yang dialami salah satu warganya. Ia tak menyangka Dera menjadi korban tewas dengan cara yang mengenaskan.

“Semasa hidup, Mbak Dera itu dikenal sebagai sosok yang ramah. Ia juga anak yang berbakti karena mau merawat ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Kalau sehari-hari, orangnya juga dikenal santun,” tutur Heri saat dijumpai Semarangpos.com, Senin malam.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…