Posisi gempa di lepas pantai barat daya Lebak, Selasa (23/1/2018). (Twitter/@bmkg)
Selasa, 23 Januari 2018 17:30 WIB Peristiwa Share :

Pasca-Gempa, 116 Rumah di Lebak Rusak

Sebanyak 116 rumah di Lebak rusak setelah diguncang gempa Lebak berkekuatan 6,1 SR.

Solopos.com, JAKARTA — Kerusakan rumah di Kabupaten Lebak, Banten, bertambah menjadi 116 unit akibat gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) pukul 13.34 WIB yang berpusat di Samudera Hindia 81 km arah barat daya Lebak.

“Kami memastikan jumlah kerusakan rumah terus bertambah dari sebelumnya 105 unit kini menjadi 116 unit,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Selasa (23/1/2018).

BPBD membuka posko bencana gempa tektonik karena dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastuktur maupun rumah. Kebanyakan korban kerusakan rumah tersebut berada di Kecamatan Panggarangan hingga mencapai puluhan rumah.

Namun, pihaknya hingga kini belum menerima laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastuktur sipil, seperti sekolah, Puskesmas, maupun pasar akibat gempa tersebut. Ini merupakan gempa tektonik kali pertama di Kabupaten Lebak yang menimbulkan dampak cukup parah.

Selama ini, Kabupaten Lebak dipetakan sebagai daerah rawan gempa tektonik karena terdapat pesisir pantai selatan. “Kami minta warga jika mengalami korban gempa segera melaporkan kepada kecamatan masing-masing,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, BPBD hingga kini terus melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik itu. Masyarakat yang rumahnya rusak berat diharapkan mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat yang selamat.

“Kami terus berkoordinasi agar penanganan bencana itu berjalan baik dan bisa mengurangi risiko bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi, juga mencatat sejumlah bangunan di 14 kecamatan mengalami kerusakan akibat gempa ini. “Dari data yang masuk sementara ke kami ada beberapa rumah dan fasilitas umum yang rusak di 14 kecamatan. Namun kami belum memverifikasi berapa jumlah totalnya,” kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana di Sukabumi, Selasa.

Adapun bangunan yang rusak tersebut terdapat di Kecamatan Cisolok, Simpenan, Sagaranten, Parakansalak, Tegalbuleud, Cisaat, Ciemas, Cicurug, Jampang Kulon, Ciracap Kalapanunggal, Cikidang, Waluran dan Lengkong.

Menurutnya, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan untuk memverifikasi berapa rumah yang rusak berat, sedang maupun ringan. Tim dan relawan BPBD pun saat ini tengah melakukan penyisiran untuk mendata bangunan yang rusak pascagempa.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…