Petugas Bulog memeriksa stok beras medium di gudang beras Perum Bulog Lhokseumawe, Aceh, Rabu (17/5/2017) lalu. (JIBI/Solopos/Antara/Rahmad)
Selasa, 23 Januari 2018 21:30 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Harga Turun, Ini Kondisi Stok Beras di Jateng dan Jatim

Stok beras di Jateng dan Jatim surplus dan membuat harga turun.

Solopos.com, JAKARTA — Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan harga Gabah di Jawa Tengah mulai turun dari sebelumnya pernah mencapai Rp6.000/kg menjadi sekitar Rp5.300/kg didorong kondisi surplus.

Dia menyebutkan panen padi Provinsi Jawa Tengah pada Januari 2018 mencapai luas 109.000 hektare, Februari seluas 329 ribu hektar dan Maret 293.600 hektare dengan produksi pada Januari mencapai 613.000 ton GKG setara 370.000 ton beras, Februari 1.92 juta ton GKG setara beras 1,16 juta ton beras, dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,05 juta ton beras.

“Selanjutnya konsumsi beras penduduk JawaTengah 34,49 juta jiwa adalah 267.000 ton beras perbulan. Jadi bulan Januari terjadi surplus beras 102.000 ton, Februari surplus 891.000 ton, dan Maret surplus 778.000 ton beras,” katanya.

Selain di Jawa Tengah, penurunan harga gabah juga terjadi di Jawa Timur seperti di Kabupaten Bojonegoro di mana harga gabah saat ini berada di level Rp5.200/kg dari Rp5.800/kg pekan lalu.

“Pengalaman tahun lalu malah harga gabah jatuh berkisar Rp3.000/kg tergantung kualitasnya,” kata Petani merangkap Ketua LPPD Desa Gedongarum Kecamatan Kanor, Bambang Pujianto.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, menyatakan panen padi pada Januari 2018 se-Jawa Timur mencapai 75.000 hektare, Februari 242.000 hektare, dan Maret 456.000 hektare.

Adapun produksi Jawa Timur pada Januari sebanyak 438.000 ton gabah kering giling setara beras 285.000 ton, Februari 1.4 juta ton GKG setara beras 960.000 ton, dan Maret sebesar 2,7 juta ton GKG setara beras 1.7 juta ton.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…