Daun pisang dijual di Amazon Jepang (Twitter) Daun pisang dijual di Amazon Jepang (Twitter)
Selasa, 23 Januari 2018 13:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internet Share :

Di Amazon Jepang, Ada Orang Jualan Daun Pisang Rp686.000

Daun pisang dijual di situs Amazon Jepang.

Solopos.com, SOLO – Harga per lembar daun pisang di situs jual beli online Amazon Jepang menghebohkan warganet Indonesia. Diunggah di laman jual beli tersebut, harga daun pisang mencapai 2.280 Yen atau sekitar Rp274.000.

Informasi tentang daun pisang mahal itu diunggah di akun Twitter @lantip, Jumat (19/1/2018). “Daun pisang di Jepang per lembar 2.280 Yen. Jangan ketawa, di sini juga bisa semahal itu kalau tidak peduli lingkungan,” cuit @lantip.

Dalam cuitannya @lantip mengunggah capture foto laman Amazon Jepang yang menjual lembaran daun pisang. Nama produk daun pisang itu disebut berasal dari Okinawa, produk dijual paketan, ada yang satu lembar, tiga lembar, lima lembar, dan delapan lembar.

Harganya pun beragam, untuk paketan tau lembar, dijual senilai 2.280 Yen atau kurang lebih Rp274.000. Untuk paketan tiga lembar senilai 3.700 Yen atau Rp445.720, paket lima lembar dijual senilai 5.700 Yen atau senilai Rp686.000, sedangkan paket delapan lembar dijual senilai 8.800 Yen atau senilai Rp1.060.000.  Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim 800 Yen atau sekitar 96.000.

Daun pisang dijual online itu sontak menjadi bahan gunjingan warganet. Ada yang melihat itu sebagai peluang sehingga ingin menanam pisang di Indonesia kemudian dikirim untuk dijual di Jepang.

“Cara ngirim ke sananya gimana ya Pak? Sawahku di desa nanti aku tanam pohon pisang semua aja, tembakau nggak bikin kaya,” cuit @damarnico14.

“Halaman rumah saya isinya pohon pisang. Aku nitip kamu aja Mas kalau mau jualan,” cuit @juliantri.

“Harga daun pisang segitu, trus arem-aremnya dihargai berapa ya?” cuit @fananinurhuda.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…