Jogja
Selasa, 23 Januari 2018 - 23:20 WIB

BPBD Bantul Sudah Berikan Bantuan Semen dan Makanan pada Korban Longsor Tirtonirmolo

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Musala di dusun dongkelan yang longsor, Senin (22/01/2017). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)

BPBD Bantul sudah memberikan bantuan kepada korban longsor di RT 07 Dusun Dongkelan, Kasihan, Bantul

 

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL – BPBD Bantul sudah memberikan bantuan kepada korban longsor di RT 07 Dusun Dongkelan, Kasihan, Bantul pada Senin (22/1/2018). Bantuan yang diberikan kepada warga berupa bahan makanan pokok.

Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk Luk mengatakan bantuan terdiri dari gula pasir, mie instan, sarden, telur, kecap, dan dua buah terpal. Sebelumnya saat badai cempaka, BPBD Bantul telah memberikan bantuan berupa lima sak semen.

“Bantuan bahan pokok sudah diberikan hari Senin, kalau lima sak semen diberikan langsung setelah badai cempaka,” ujar Aka kepada Harianjogja.com, Selasa (23/1/2018).

Advertisement

Sementara penanganan talut longsor di Dusun Dongkelan, Aka mengatakan hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan BBWSO dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.

“Kalau pelaksanaan pembangunan wewenang BBWSO dan DPUPKP. Kami sudah mengkoordinasikan kondisi talud,” kata Aka.

Sebelumnya, Sumarni (50), pemilik rumah tingkat dua yang terdampak longsor mengatakan saat badai cempaka, lantai rumahnya retak dan tanah langsung amblas. Dia dan mendiang suaminya langsung mengungsi di musala yang terletak persis di samping rumah terdampak.

Advertisement

“Sudah mengajukan berkali-kali ke Pemkab, tetapi gak ada respon, saya dan tiga anak saya sampai sekarang tinggal di musholla,” ujar Sumarni, Senin (22/1/2018).

Adik ipar Sumarni, Muhammad Kurnadis (43), mengatakan talut di aliran Sungai Winongo selama ini masih belum permanen. Sejak awal warga bergotong royong membangun talud secara swadaya.

Oleh karena itu, kualitas talud pun jadi terbatas dan warga berharap ada pembangunan talud permanen secepatnya. Dia juga mengatakan karena longsor tersebut, kerugian yang ditimbulkan mencapai 300 juta.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif