Cawagub Partai Gerindra, PKB, PKS, dan PAN dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018, Ida Fauziah. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Cawagub Partai Gerindra, PKB, PKS, dan PAN dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018, Ida Fauziah. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Senin, 22 Januari 2018 20:50 WIB Alif Nazzala R./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA JATENG
Ganyar Jadi Andalan Ida Kalahkan Popularitas Ganjar di Pilgub Jateng

Pilkada 2018 dihadapi Ida Fauziyah, pasangan calon gubernur Sudirman Said di Pilgub Jateng, dengan mengusung strategi Ganyar demi meraup dukungan massa.

Solopos.com, SEMARANG – Calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah, yang merupakan pasangan calon gubernur Sudirman Said di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng, mengaku telah memiliki strategi khusus guna mengalahkan popularitas lawannya, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Strategi yang dipakai anggota DPR kelahiran Mojokerto, Jawa Timur itu adalah menggelar blusukan dengan mengusung slogan Ganyar demi meraih simpati massa.

Dengan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, Ida mengatakan bakal mengetahui persoalan mendasar di Jateng, salah satunya keadilan sosial, serta pengentasan kemiskinan. Dalam blusukan hingga ke tingkat RT itu, Ida Fauziyah bakal mengusung slogan Ganyar alias Ganti Anyar.

Mukti harus bareng, tidak golongan tertentu. Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung untuk mengurangi angka kemiskinan, untuk mewujudkan pemimpin harus Ganyar, ganti anyar,” ujar Ida seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (22/1/2018).

Ida Fauziyah menyebutkan hingga akhir 2017, tingkat kemiskinan di Jateng telah mencapai 4,577 juta jiwa atau sekitar 13,58% dari total penduduk. Bukan hanya itu, dari 35 kabupaten/kota masih ada 15 daerah yang masuk zona merah daerah miskin, seperti Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

Penanggulangan kemiskinan nantinya diurai dari tingkat desa. “Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT,” bebernya.

Majelis desa merupakan ruang sukarelawan calon gubernur-calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziah di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga. Sukarelawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT dan akan menjadi ujung tombak tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Semarang, Soemarmo H.S. menekankan kepada paslon untuk membumi saat terjun ke masyarakat. “Tidur di rumah warga, ngobrol dengan masyarakat, karena pada waktu menjelang tidur itulah obrolan-obrolan jujur dari masyarakat keluar,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…