Penemuan mayat di sekitar Waduk Cengklik Boyolali (Istimewa)
Senin, 22 Januari 2018 23:09 WIB Rini Y/Ponco Suseno/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMBUNUHAN BOYOLALI
Begini Keseharian Dera Sebelum Mayatnya Ditemukan di Waduk Cengklik

Bermula dari penemuan mayat di Waduk Cengklik Boyolali akhirnya menjadi kasus pembunuhan.

Solopos.com, BOYOLALI — Penemuan mayat di sekitar waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali menggegerkan warga setempat, Senin (22/1/2018) pagi. Mayat wanita tanpa busana dengan luka lebam, tangan terikat dan mulut disumpal itu merupakan warga Perum Sawahan Indah RT 01/RW 10 Padokan Sawahan, Boyolali.

Dera Dewanti Dirgahayu (kanan). (Istimewa)

Dera Dewanti Dirgahayu (kanan). (Istimewa)

Wanita berusia 38 tahun itu bernama Dera Dewanti D. Di mata tetangga Dera dikenal ramah. Ketua RT Perum Sawahan Indah RT 01/RW 10 Padokan Sawahan, Boyolali, Danang Supriyanto ketika dihubungi Solopos.com, Senin (22/1/2018) malam mengatakan sudah satu tahun Dera tinggal di perumahan itu. (Baca: Mayat Tanpa Busana Ditemukan)

“Mba Dera sudah satu tahun tinggal di sini. Dan selama delapan bulan terakhir aktif di kegiatan ibu-ibu kompleks,” ujar Danang.

Dalam kesehariannya wanita yang bekerja di BPR Cita Dewi Colomadu, Karanganyar  itu tinggal seorang diri. Keluarga Dera tinggal di Semarang. Hingga kini Dera juga masih tercatat sebagai warga Semarang. (Baca: Terkuak Identitas Mayat Waduk Cengklik)

Di mata tetangga Dera dikenal ramah dan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilangsungkan di kompleks perumahan itu. Bahkan jika Dera berhalangan hadir dalam kegiatan kompleks, wanita yang juga pernah bekerja di sebuah bank di Solo itu kerap meminta izin ke tetangga lainnya.

Ramah

“Ramah dengan tetangga. Tidak ada yang aneh dalam beberapa hari terakhir. Di rumahnya juga tidak ada yang aneh. Beberapa hari ini dia bilang ke tetangga katanya ibunya sakit sehingga sering bolak balik Semarang-Solo,” ujarnya.

Salah seorang tetangga Dera, yakni Dani, 32, mengatakan Dera dikenal memiliki pribadi yang supel. Dera yang tinggal sendiri di rumahnya di Ngemplak itu juga sering kedatangan tamu seorang lelaki hampir setiap hari.

“Saya kali terakhir melihat Mbak Dera itu kemarin petang [Minggu (21/1) pukul 18.00 WIB]. Saat itu dia keluar mengendarai mobilnya, Honda Jazz warna silver. Setelah itu, saya tahu-tahu mendengar kabar kalau dia merupakan korban pembunuhan. Memang, Mbak Dera ini sering kedatangan tamu seorang laki-laki. Saat pergi meninggalkan perumahan, lelaki itu sering menutup kaca mobilnya. Sehingga, saya pun tidak tahu secara detail,” katanya.

 

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, Dera dibunuh. Hal ini karena ditemukan adanya bekas sundutan bara api di paha dan payudara korban, serta adanya sumpalan kain di mulut. Selain itu, saat ditemukan, korban yang ditemukan tanpa busana itu juga dalam kondisi tangan terikat.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…