Disbud Sleman mengunjungi Pintu Gerbang Majapahit, Rendole Muktiharjo Margorejo, Pati, Sabtu (20/1/2018). (IST/Dok Disbud Sleman) Disbud Sleman mengunjungi Pintu Gerbang Majapahit, Rendole Muktiharjo Margorejo, Pati, Sabtu (20/1/2018). (IST/Dok Disbud Sleman)
Senin, 22 Januari 2018 09:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Dalami Sejarah, Disbud Sleman Kunjungi Gerbang Majapahit

Kunjungan tersebut mengemban misi untuk mempelajari dan mendalami sejarah

Solopos.com, SLEMAN–Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara mengunjungi Pintu Gerbang Majapahit, Rendole Muktiharjo Margorejo, Pati, Sabtu (20/1/2018). Kunjungan tersebut mengemban misi untuk mempelajari dan mendalami sejarah nusantara yang memiliki nilai tinggi dalam pembentukan kebudayaan nusantara.

Selain mendapat penjelasan dari Juru Kunci Pintu Gerbang Majapahit Budi Santoso atau Mbah So, Kadisbud juga memperoleh informasi dan gambaran tentang potensi seni budaya, tradisi lokal dan kuliner di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Tradisi Sejarah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Trevita Puspita Hadi menjelaskan, objek wisata budaya Pintu Gerbang Majapahit merupakan aset bangsa yang adiluhung. Bangunan tersebut menggambarkan sejarah zaman Hindu pada masa kerajaan yang paling berjaya di nusantara pada abad 15 Masehi.

“Situs bersejarah ini terbuat dari kayu jati. Pintu gerbang ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang diperebutkan Raden Kebo Nyabrang sebagai persyaratan untuk diakui sebagai Putra Sunan Muria dan Raden Ronggo yang juga menginginkan pintu gerbang tersebut,” jelasnya dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu (21/1/2018).

Aji memahami fenomena sejarah itu menggambarkan jiwa ksatria dan tanggung jawab yang tinggi terhadap sebuah amanah. Tokoh utama dalam legenda tersebut meliliki jiwa sengguh ora mingkuh dalam upaya untuk membuktikan kecintaannya terhadap orang tua melalui tugas yang berat.

“Filosofi ini sangat mendasar dan layak untuk diimplementasikan dalam organisasi dan dunia kerja, bahwa jiwa yang kuat, semangat dan loyalitas tinggi akan turut menentukan dan berkontribusi positif terhadap keberhasilan sebuah organisasi,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…