Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir) Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)
Senin, 22 Januari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Beras Impor Dituding Cak Imin Pukul Petani, Begini PKB Bertindak...

Beras impor yang rencananya hendak didatangkan pemerintah pimpinan Presiden Jokowi dituding Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan pukulan bagi petani.

Solopos.com, MAGELANG — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin menyebut kebijakan impor beras yang akan dilaksanakan pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pukulan bagi petani. “Kami sangat menyesalkan, produksi dalam negeri sebetulnya akan memasuki masa panen, tetapi justru bakal melaksanakan impor beras,” katanya di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (19/1/2018).

Pernyataan yang meyorot kebijakan pemerintah pusat pimpinan Presiden Jokowi dalam pengadaan beras impor itu ia kemukakan seusai Ikrar Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah sebagai rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Kegiatan itu yang dihadiri jajaran pengurus DPC PKB kabupaten dan kota di Jateng itu digelar di Hotel Atria Kota Magelang, Jateng.

[Baca juga PKB Ikrarkan Pemenangan Sudirman-Ida di Pilgub Jateng]

Oleh karena itu, katanya, PKB sejak awal meminta agar impor beras itu dihentikan dan meminta pemanfaatan produksi dalam negeri. Menurut dia, salah satu solusi yang perlu dilakukan dalam menghadapi meningkatnya harga beras di sebagian daerah Indonesia adalah distribusi beras yang timpang dari berbagai provinsi harus dibenahi, misalnya Sulawesi Selatan yang betul-betul surplus beras bisa dibawa ke Jawa.

Sikap PKB terhadap kebijakan pemerintah dalam pengadaan beras impor tersebut, menurut dia sudah disampaikan di Komisi IV DPR bahwa PKB menolak kebijakan impor beras yang hendak ditempuh pemerintah pimpinan Presiden Jokowi. “Alhamdulillah usulan didengar, dengan memindahkan impor yang semula dilakukan pihak swasta dialihkan ke Bulog, karena Bulog lebih mengetahui kondisi beras dalam negeri,” ujar Muhaimin Iskandar sebagai dipublikasikan Kantor Berita Antara, Sabtu (20/1/2018).

Ia mengatakan Bulog biasanya ada standarnya, kalau produksi dalam negeri banyak, impor akan dikurangi. Sebelumnya, Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal, Jateng, Senin (15/1/2018), menyampaikan kebijakan impor 500.000 ton beras akan dilakukan dengan alasan untuk memperkuat cadangan beras nasional.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…