Ilustrasi proyek properti (Dok/JIBI/Bisnis)
Minggu, 21 Januari 2018 23:30 WIB Gloria FK Lawi/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

YLKI Ungkap Pengembang yang Paling Banyak Diadukan Selama 2017

YLKI menerima banyak aduan selama 2017, termasuk masalah properti yang digarap pengembang-pengembang besar.

Solopos.com, JAKARTA — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut sektor perumahan masuk dalam tiga besar pengaduan terbanyak sepanjang 2017 dengan persentase 9%.

Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Abdul Basith mengatakan persentase itu sebanyak 9% dari 642 total pengaduan yang diterima lembaga itu sepanjang 2017. Angka ini menempatkan aduan properti pada posisi ketiga, di bawah aduan terbanyak tentang belanja online dan perbankan.

“Terbanyak itu pengaduan PT Lippo Group untuk proyek Meikarta, dan tiga pengaduan untuk Agung Sedayu. Sisanya, macam-macam pengembangnya,” jelas Abdul Basith kepada Bisnis/JIBI, Minggu (21/1/2018).

Dia menyebut Lippo Group mendapat enam aduan, Agung Sedayu dengan tiga aduan, PT Binakarya Propertindo dengan tiga aduan, PT Integra Mulia Sejahtera dengan dua aduan, PT Paramount Land dengan dua aduan, dan PT Abdi Duta Karya dengan satu aduan.

“Paling banyak [aduan] itu terkait kepastian pembangunan atau serah terima, realisasi refund, dan keterlambatan serah terima,” kata Abdul Basith.

Menurut Basith, pengaduan tentant ketidakpastian pembangunan ini karena konsumen tidak mendapatkan jaminan atas sertifikat, tanah, dan legalitas bangunan. Hal ini kerap mengakibatkan perumahan yang dibangun rawan terlambat hingga mangkrak.

Selain itu ada pula aduan tentang pembayaran dalam bentuk tunai bertahap atau installment secara langsung kepada pengembang juga menjadi salah satu aduan konsumen. Pasalnya, skema pembayaran tak memberikan jaminan kepada konsumen.

Masalah refund atas properti menjadi hal kedua paling banyak diadukan ke YLKI. YLKI mencatat ada 17 aduan atas masalah refund selama Januari-November 2017. Alasannya, konsumen terancam tak bisa mendapatkan uang refund saat properti batal dibangun.

Abdul Basith mengatakan bahwa YLKI mencatat beberapa aduan terkait pembangunan dan refund ini datang dari kasus properti di proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…