Ilustrasi Jalan Suroto, Kotabaru, Jogja. (Harian Jogja/Desi Suryanto) Ilustrasi Jalan Suroto, Kotabaru, Jogja. (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Minggu, 21 Januari 2018 19:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Selain Trotoar, Saluran Air Hujan Jalan Suroto Juga Diperlebar

Anggaran khusus saluran air hujan sekitar Rp6 miliar dari Danais

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja serius menata Jalan Suroto. Tidak hanya trotoar yang akan dipercantik, saluran air hujan juga akan diperlebar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPKP Kota Jogja Aki Lukman Nur Hakim mengatakan, khusus untuk pembangunan saluran air hujan di Jalan Suroto akan dibuat lebih lebar karena akan menampung air hujan dari beberapa ruas jalan di Kotabaru Gondokusuman dan beberapa ruas jalan di Danurejan. Saluran air hujan tersebut akan dibangun sampai Jalan Abu Bakar Ali hingga ke bawah jembatan Kleringan karena pembuangan air hujan diarahkan ke Sungai Code semua.

“Untuk anggarannya khusus saluran air hujan sekitar Rp6 miliar dari Danais. Anggaran tersebut belum termasuk penataan trotoar dan taman,” kata Aki, Minggu (21/1/2018).

Baca juga : Trotoar Jalan Suroto Akan Dibuat Seperti di Malioboro

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, penataan kawasan Kotabaru tidak lepas dari penataan kawasan pendukung cagar budaya. Sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut akan ditata, tetapa secara bertahap karena mempertimbangkan dampak sosialnya. Penataan diawali dari Jalan Suroto.

“Kami akan buat semipedestrian, kami akan coba menghidupkan kembali ruang-ruang mati menjadi ruang publik yang hidup [di Kotabaru]” kata dia.

Heroe juga menginginkan ruang-ruang publik itu nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk memamerkan berbagai karya, salah satunya karya patung agar bisa dinikmati masyarakat. Selain itu, Heroe ingin agar ada penanda khusus di setiap sudut situs-situs bersejarah di Kotabaru sehingga ada nilai edukasinya untuk semua orang yang berkunjung ke Kotabaru.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…