Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro, Mayor Jenderal Wuryanto (kanan) menyalami anggota Kodim 0735/Solo di Makodim, Jumat (19/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/SOLOPOS) Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro, Mayor Jenderal Wuryanto (kanan) menyalami anggota Kodim 0735/Solo di Makodim, Jumat (19/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/SOLOPOS)
Minggu, 21 Januari 2018 10:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

PILKADA 2018
Masuk Tahun Politik, Pilkada di Jateng Rawan Konflik

Pilkada di Jateng 2018 rawan konflik.

Solopos.com, SOLO—Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayor Jenderal Wuryanto, menegaskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 rawan terjadi konflik. Khususnya di Jawa Tengah bakal melaksanakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 dan tujuh Pilkada Bupati. Demikian disampaikan Pangdam saat mengadakan kunjungan kerja di Makodim 0735/Solo, Jumat (19/1/2018).

“Tahun ini adalah tahun politik, yakni ada tiga agenda besar pesta demokrasi yang dimulai tahun ini dengan Pilkada serentak, Pileg [pemilu legislatif] 2019 dan Pilpres [pemilu presiden] 2019,” ujar Wuryanto kepada wartawan, Jumat.

Menurut Wuryanto, di Jateng terdapat 35 kabupaten/kota dan semuanya tidak ada yang mendapatkan prioritas pengamanan. Kodam IV/Diponegoro meneaskan semua daerah rawan terjadi konflik dengan intensitas berbeda-beda.

“Kami tidak bisa merinci daerah-daerah mana yang masuk rawan terjadi konfliknya.  Kodam IV Diponegoro sudah memetakan daerah tersebut,” kata Wuryanto.

Ia menjelaskan Kodam IV/Diponegoro sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait pengamanan Pilkada serentak. Melihat sejarah Pilgub Jateng, lanjut dia, tidak pernah terjadi konflik. Namun, karena tahun ini masuk tahun politik segala sesuatu bisa saja terjadi.

“Kami perlu melakukan antisipasi sejak dini dengan mengerahkan petuas di lapangan. Mereka bertugas melakukan pencegahan untuk meredam persoalan yang terjadi di masyarakat berkaitan pilkada,” imbuhnya.

Ia mencontokan salah satu persoalan yang bisa memicu konflik  adalah kampanye hitam atau black campaign di media sosial (Medsos). Untuk mengatisipasi black campaign bekerja sama dengan Polda Jateng dengan membentuk Satgas Anti-Black Campaign  dan mengadakan patroli cyber.

“Kami dalam kunjungan kerja di sejumlah daerah selalu menegaskan kepada semua anggota untuk menjaga netralitas. Jangan sampai ada anggota dimanfaatkan calon untuk menarik dukungan,” ungkapnya.

Sementara itu, kedatangan Pangdam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal Wuryanto di Makodim 0735/Solo didampingi Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf Widi Prasetijono. Kedatangan mereka disambut Kodim (Dandim) 0735/Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan dengan mengalungkan bunga kepada Pangdam IV/Diponegoro.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…