Dua calon gubernur peserta Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R.-Rekotomo) Dua calon gubernur peserta Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/R.-Rekotomo)
Minggu, 21 Januari 2018 11:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
ASN Pemkot Semarang Diharapkan Bersikap Netral Aktif, Ini Maksudnya...

Pilkada atau yang lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 memicu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta ASN di Pemkot Semarang tetap aktif meski diwajibkan netral.

Solopos.com, SEMARANG – Aparatur sipil negara (ASN) memang diwajibkan bersikap netral pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Meski demikian, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta ASN di lingkungan Pemkot Semarang tetap aktif di Pilkada Jateng.

Hal itu diungkapkan Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—melalui video yang diunggah di akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Jumat (19/1/2018) malam. Menurut wali kota Semarang yang aktif di media sosial itu, sikap netral bukan harus membuat ASN di lingkungan Pemkot Semarang pasif dan cenderung tak peduli dengan Pilgub Jateng 2018.

“Jangan karena netral, diam saja. Ditanya sama lingkungannya, ‘kapan sih pemilihan gubernur?’, ‘enggak tahu’. ‘Terus, nanti caranya gimana?’, ‘enggak tahu’. Enggak boleh begitu,” tegas Hendi.

Diterangkannya kemudian, sikap netral aktif yang ia maksud adalah tetap menggerakkan partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jateng dalam rangkaian pilkada serentak 2018, meski tak menunjukkan dukungan terhadap salah satu calon. “Yang namanya netral aktif meskipun tidak menyampaikan kepada pihak luar dia mendukung siapa, tapi dia mengerakkan supaya partisipasi pemilih ini cukup tinggi,” jelas wali kota yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Semarang itu.

Pada keterangan video yang ia unggah di akun Instagramnya itu, Hendi berharap Pilgub Jateng dalam rangkaian pilkada 2018 dapat berlangsung damai. “Yang terpenting kondusifitas harus terjaga – pilihan boleh beda, tapi jangan lempar-lemparan bata,” tandas sang wali kota Semarang. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…