Aparat Polsek Paranggupito meninjau rumah yang terdampak tanah ambles di Tompak, Ketos, Paranggupito, Wonogiri, Minggu (21/1/2018). (Istimewa/Polres Wonogiri) Aparat Polsek Paranggupito meninjau rumah yang terdampak tanah ambles di Tompak, Ketos, Paranggupito, Wonogiri, Minggu (21/1/2018). (Istimewa/Polres Wonogiri)
Minggu, 21 Januari 2018 19:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

BENCANA WONOGIRI
Tanah Ambles di Ketos Paranggupito Rusak 1 Rumah, Warga Diminta Mengungsi

Tanah ambles kembali terjadi, kali ini di Ketos, Paranggupito, Wonogiri, mengakibatkan satu rumah warga rusak.

Solopos.com, WONOGIRI — Tanah ambles mengakibatkan satu rumah warga Dusun Tompak, Desa Ketos, Paranggupito, Wonogiri, rusak pada Sabtu (20/1/2018). Kejadian ini menambah daftar bencana tanah ambles di Wonogiri.

Sejak 2015 lalu, peristiwa alam itu sudah merusak tiga unit rumah warga. Informasi yang dihimpun Solopos.com, tanah ambles pada Sabtu siang itu terjadi rumah milik Sugiyono, 47, warga Tompak RT 002/RW 002.

Akibat kejadian itu fondasi teras samping rumah turun lebih kurang 50 cm, lantai teras ambles sepanjang 6 meter, dan dinding retak-retak. Lantai dalam rumah juga ambles sedalam lebih kurang 25 cm. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian itu.

Baca:

Ajaib, Muncul Kolam di Tengah Lahan Kering Wonogiri

Lahan di Batuwarno Ambles, Jembatan dan Tiang SUTET Terancam Ambruk

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (21/1/2018), menyampaikan kerusakan rumah yang terdampak tanah ambles di Ketos cukup parah. BPBD sudah merekomendasikan agar penghuni rumah mengungsi ke tempat lebih aman untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Tanah ambles berpotensi terjadi lagi mengingat hujan diprediksi masih akan terus terjadi. Menurut Bambang, tanah ambles di Wonogiri hingga sekarang ini sudah terjadi empat kali sejak 2015 lalu. Sebelumnya tanah ambles terjadi di Gendayakan, Paranggupito; Girikikis, Giriwoyo; dan areal persawahan di Giritontro.

Tanah ambles di Gendayakan dan Girikikis terjadi di area permukiman warga. Peristiwa di Gendayakan mengakibatkan satu unit rumah warga rusak parah sehingga penghuni harus mengungsi.

Sementara itu, kejadian di Girikikis mengakibatkan satu unit bangunan rumah ikut ambles. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya apa,” kata dia.

Bambang menilai ada dua faktor yang menyebabkan peristiwa alam itu terjadi. Pertama, karena di lokasi terdapat luweng atau sungai bawah tanah. Kedua, terjadi pelapukan bebatuan yang terpendam di tanah. Jika ada luweng, ketika hujan terjadi tanah berpotensi ambles mengingat di dalamnya ada rongga.

Tanah ambles bisa pula disebabkan pelapukan batu di dalam tanah. Hal itu memungkinkan karena di kawasan tempat kejadian banyak batu kapur. Batu yang lapuk kemudian hancur karena terkena air secara terus menerus. Saat hancur menyebabkan rongga. Saat hujan sering turun mengakibatkan lapisan tanah di atasnya ambles.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, menginformasikan pemilik rumah bersama warga bekerja bakti memasang tiang untuk menopang struktur bangunan di teras agar tidak roboh. Selain itu warga menguruk tanah yang ambles. Dia mengimbau penghuni rumah mengungsi.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…