Dua remaja asal Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri, Jateng (kanan) di Mapolsek Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/1/2018). (Facebook.com-Polsek Tuntang) Dua remaja asal Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri, Jateng (kanan) di Mapolsek Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/1/2018). (Facebook.com-Polsek Tuntang)
Sabtu, 20 Januari 2018 21:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Niat Minggat ke Cirebon, 2 Dara Solo Raya Kehabisan Bensin di Semarang

Kisah unik mencuat dari wilayah Semarang tatkala ada dua ABG asal Sukoharjo dan Wonogiri yang kehabisan bensin dalam perjalan mereka minggat ke Cirebon.

Solopos.com, UNGARAN – Dua remaja putri berusia 15 tahun asal Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri melahirkan kisah unik setelah niat mereka melarikan diri ke Cirebon, Jawa Barat (Jabar) gagal sesampai Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Niat dua anak dara Solo Raya itu gagal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar sesampainya mereka di SPBU di Dusun Praguman, Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (16/1/2018) malam. Aparat Polsek Tuntang yang membeberkan kisah unik tersebut melalui akun Facebook.

Dipaparkan dalam kisah unik itu, dua anak baru gede (ABG) itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter berpelat nomor AD 6669 MG. Kedua remaja putri yang identitasnya dirahasiakan itu berniat ke rumah nenek mereka di Cirebon lantaran kerap dimarahi orang tua.

Aksi nekat dua dara muda usia itu gagal setelah sepeda motor yang mereka tumpangi berboncengan kehabisan bahan bakar saat baru tiba di Tuntang, Kabupaten Semarang. Beruntung, ABG asal Sukoharjo dan Wonogiri tersebut bertemu dengan aparat Polsek Tuntang yang sedang berpatroli.

Polisi Kabupaten Semarang itu lalu mengajak mereka bermalam di Mapolsek Tuntang. “Bertemu dengan petugas piket SPKT yang sedang patroli kemudian diajak beristirahat bermalam di Mako Polsek,” papar pengelola akun Facebook milik Polsek Tuntang.

Selama di kantor polisi, kedua remaja itu dinasihati agar tak mengulangi aksi nekat mereka. Keesokan harinya, Rabu (17/1/2018), kedua remaja itu diserahkan kepada orang tua mereka di Mapolsek Tuntang. Satu remaja diketahui memiliki orang tua bernama Triyono dan Dwi Larasati, dan orang tua remaja lannya bernama Parmin dan Yani.

Sontak kisah unik terkait kenakalan remaja itu panen komentar setelah unggahan pengguna akun Facebook Polsek Tuntang tersebut dibagikan pengguna akun Facebook Dhinar Sasongko di grup Facebook Kabar Salatiga. Tak sedikit netizen yang terkejut dengan aksi nekat dua ABG tersebut.

Duh cah cilik kok y nekat men [Anak kecil kok sudah nekat],” ungkap pengguna akun Facebook Widya Nadya Aiyuu.

“Belajar nekat,” tulis pengguna akun Facebook Tuminah Arif.

Warganet juga menjadikan kisah unik dua anak dara dari Solo Raya itu sebagai pelajaran dalam mendidik anak. Menurut warganet, orang tua sebaiknya memberikan pengarahan kepada putra-puttri mereka dengan penuh kasih sayang, bukan dengan cara keras, sehingga tak justru berbuah kenakalan seperti yang dilakukan dua remaja asal Sukoharjo dan Wonogiri tersebut. (Ginanjar Sapurta/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…