Arena permainan terapung menjadi wahana baru di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, akan dioperasikan mulai Minggu (21/1/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Arena permainan terapung menjadi wahana baru di Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, akan dioperasikan mulai Minggu (21/1/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Jumat, 19 Januari 2018 09:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

WISATA KLATEN
Wahana Ponggok Warrior Adventure Dibuka Mulai Minggu Besok, Ini Harga Tiketnya

Pengelola Umbul Ponggok Klaten akan membuka wahana petualangan baru Ponggok Warrior Adventure mulai Minggu (21/1/2018).

Solopos.com, KLATEN — Umbul Ponggok yang dikelola Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri moncer dengan keindahan alam bawah permukaan airnya. Pengunjung bisa menikmati snokerling, diving, hingga foto underwater dengan beragam aksesori di kolam alami di tepi jalan raya Ponggok-Delanggu, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Bagian dasar umbul yang pernah difungsikan sebagai water reservoir Pabrik Gula Ponggok pada 1920-an itu berupa hamparan pasir dan batu. Ikan warna-warni menghiasi kolam berisi air tawar tersebut.

Awal 2018, pengelola menambah wahana baru di umbul yang mendatangkan pendapatan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya bagi BUM desa dari penjualan tiket serta penyewaan alat itu. Bernama Ponggok Warrior Adventure, wahana baru itu berupa arena permainan terapung.

Seperti arena game show Sasuke Ninja Warrior, wahana itu dilengkapi beragam halang rintang mulai dari memanjat, meluncur, hingga melompat.

Sejak Senin (15/1/2018), pengelola mulai menata wahana baru yang didatangkan dari Tiongkok itu. Wahana berukuran 20 meter x 30 meter itu ditempatkan di sisi selatan kolam yang memiliki total ukuran sekitar 58 meter x 32 meter.

Baca:

WISATA KLATEN : Wahana Petualngan ala Ninja Warrior Segera Hadir di Umbul Ponggok

WISATA KLATEN : Sensasi Berenang Bersama Ikan di Umbul Ponggok

Direktur BUM Desa Tirta Mandiri, Joko Winarno, menuturkan meski wahana itu berukuran besar, pengunjung tetap bisa menikmati snorkeling, diving, serta foto di bawah permukaan air di kolam. Joko mengatakan wahana baru yang diperkirakan mampu menampung 80 orang itu ditargetkan bisa dinikmati pengunjung mulai pada Minggu (21/1/2018).

Pengunjung diwajibkan mengenakan pelampung selama bermain di Ponggok Adventure Warrior. “Untuk anak kecil tentu harus didampingi orang tuanya,” kata Joko saat berbincang dengan Solopos.com di Kantor Desa Ponggok, Kamis (18/1/2018).

Untuk menikmati wahana baru itu, pengunjung dikenai biaya Rp15.000/orang pada Senin-Jumat dan Rp20.000/orang saat Sabtu-Minggu atau akhir pekan. Biaya itu di luar tiket masuk ke umbul yang tetap Rp15.000/orang. Pengunjung diberi waktu 30 menit untuk bermain di wahana tersebut.

“Tiket masuk ke Umbul Ponggok tetap Rp15.000/orang. Ponggok Warrior Adventure nanti ada loket tersendiri dengan harga tiket Rp15.000/orang pada hari biasa dan Rp20.000/orang saat akhir pekan. Harga itu sudah termasuk fasilitas pelampung,” urai dia.

Joko menuturkan penambahan wahana baru itu untuk menambah daya tarik serta menghilangkan kejenuhan pengunjung dengan wahana yang selama ini sudah ada di Umbul Ponggok. Arena permainan terapung dipilih lantaran selama ini masih jarang ditemui di Indonesia.

Ia pun menyebut wahana baru di Umbul Ponggok tersebut pertama di Jawa Tengah. “Kami inginnya itu wahana di Ponggok itu sing liyane rung ana [yang di tempat lain belum ada],” kata dia.

Pengelola BUM Desa Tirta Mandiri menargetkan bisa mendatangkan pendapatan Rp50 juta/bulan. “Harapannya itu dari 20 persen pengunjung rata-rata Umbul Ponggok setiap bulan 30.000 orang,” urai dia.

Meski masih dalam tahap penataan dan belum dioperasikan, beberapa pengunjung mulai menjajal wahana tersebut. “Wahananya sekarang lumayan bervariasi. Tidak hanya berenang namun juga ada wahana rintangannya. Kalau menurut saya lebih baik tidap perlu membayar lagi untuk menikmati wahana itu,” kata salah satu Dini, 20, yang datang bersama teman-temannya dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Marching Band UMS itu.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…