Dua pasangan calon peserta Pilkada Karanganyar 2018 berfoto bersama seusai pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Moewardi Solo, Jumat (19/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Dua pasangan calon peserta Pilkada Karanganyar 2018 berfoto bersama seusai pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Moewardi Solo, Jumat (19/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 19 Januari 2018 19:15 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA KARANGANYAR 2018
Juliyatmono dan Rohadi Widodo Saling Lempar Canda Seusai Cek Kesehatan

Kedua calon bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Rohadi Widodo, saling meledek dan melempar canda seusai tes kesehatan.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) peserta Pilkada Karanganyar 2018 menjalani tes kesehatan di RSUD dr. Moewardi, Solo, Kamis-Jumat (18-19/1/2018). Suasana saat kedua pasangan yang dipertemukan dalam satu tempat itu seusai tes, Jumat, terlihat cair dan penuh canda.

“Sederhana saya, super sehat,” kata Juliyatmono diikuti gelak tawa saat menjawab pertanyaan wartawan seusai menyelesaikan pengecekan medical check up (MCU).

“Tidak ada kendala satu pun. Sempurna, bagus,” lanjut lelaki yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Karanganyar tersebut.

Wakil Bupati Karanganyar yang bakal menjadi rival politiknya, Rohadi Widodo, juga mengatakan tak ada kendala dalam pengecekan kesehatan. Alasan lain, ia mengaku sudah terbiasa berolahraga.

“Kami juga relatif lebih muda dari Pak Yuli [Juliyatmono] lah,“ kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu diikuti gema tawa para hadirin di Ruang Sidomukti Lantai III Gedung Wijaya Kusuma RS tersebut.

“Insya Allah sehat. Kalau deg-degan, tetap deg-degan karena masih hidup,” lanjutnya santai.

Baca:

PILKADA 2018 : Mendadak Pindah Haluan, Kader Gerindra Karanganyar Shock

PILKADA 2018 : 2 Cabup Sama-Sama Petahana, Panwaslu Karanganyar Khawatirkan Netralitas ASN

PILKADA 2018 : Rohadi Curhat Dicerai Juliyatmono di Pilkada Karanganyar, Mules Sehari

Sementara itu, calon wakil bupati pendamping Juliyatmono, Rober Christanto, mengatakan optimistis sehat. Hal itu berdasarkan penuturan dokter yang memeriksanya.

“Saya optimistis sehat. Karena dokter sudah mengatakan ini bagus,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

Semetara pasangan Rohadi dalam Pilkada Karanganyar, Ida Retno Wahyuningsih, menjawab singkat, “Di sini saya paling muda, pastinya paling sehat.”

Saat ditanya bagian tes mana yang paling menyita tenaga atau paling berat dalam keseluruhan tes yang mereka jalani selama dua hari itu, Juliyatmono yang mendapat giliran pertama mengakui bagian paling menyita energi adalah treadmill. Ia memang tak terlalu memerhatikan durasi aktivitas fisik tersebut. Tetapi, ia melihat ada angka lebih dari 85 pada panel treadmill.

“Kebetulan kan saya dengan Pak Rohadi habis naik Gunung Lawu. Kalau treadmill kecil lah. Tapi tetap berkeringat,” ujarnya bercanda.

Berbeda dengan Juliyatmono, Rober mengakui sedikit ngos-ngosan saat melakukan uji fisik pada treadmill. Sedangkan Rohadi mengatakan treadmill tidak menjadi masalah. Ia justru agak kaget saat pemeriksaan prostat.

“Bukan tahan kencing. Ya dibuka [pakaian]. Itu yang agak kaget,” terangnya.

Sementara itu, Ida justru mengaku paling kesulitan menggambar manusia dalam salah satu bagian tes psikologis. Gambar yang ia bikin justru mirip tokoh kartun.

Keempat orang tersebut sudah mengikuti serangkaian pengecekan kesehatan yang dilakukan tim medis RSUD dr. Moewardi, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jateng, dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMSI) Jateng.

Kabid Pelayanan Medis RSUD dr. Moewardi, dr. Ihwan Hamzah, mengatakan akan menelaah hasil serangkaian pemeriksaan tersebut mulai hari itu hingga Senin (22/1/2018). Puncaknya, mereka akan mengadakan rapat pleno bersama BNNP dan HIMSI pada Senin pukul 12.15 WIB untuk menyimpulkan hasil pengetesan.

“Hasilnya akan kami serahkan ke KPU Karanganyar pada Selasa (23/1/2018). Kami sudah kontak dengan KPU Karanganyar dan KPU Jateng, hasil pemeriksaan tes kesehatan diserahkan langsung ke KPU Karanganyar,” tuturnya dalam konferensi pers, Jumat.

Sejauh ini, sebagian hasil pemeriksaan belum bisa diketahui. Ia menyebut masing-masing pengecekan memerlukan hasil laboratorium dari dokter bedah, ortopedi, ontologi, urologi, saraf, jantung, penyakit dalam, mata, THT, gigi mulut, hingga pemeriksaan darah dan urine.

“Kami juga ada tes psikologis dan psikiater untuk pemeriksaan jiwa,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, mengatakan Hasil tes MCU akan diserahkan oleh tim ke KPU Provinsi Jateng. Baru kemudian hasil tersebut diserahkan ke KPU Karanganyar.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…