Bawaslu dan AMSI Ketua AMSI Jateng, Suwarmin (kedua dari kiri) dan Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol. Lukas Akbar Abriani (kiri), saat menghadiri diskusi yang digelar Bawaslu Jateng di Holiday Inn Express, Semarang, Kamis (18/1/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Jumat, 19 Januari 2018 23:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

PILKADA 2018
Polda Jateng Punya Daftar Situs Potensial Kampanye Hitam

Pilkada serentak 2018 disongsong Polda Jateng dengan menyusun daftar situs yang berpotensial melakukan kampanye hitam.

Solopos.com, SEMARANG — Polda Jawa Tengah (Jateng) mengklaim telah mengantongi daftar situs yang berpotensi melakukan kampanye hitam dan memublikasikan ujaran kebencian. Daftar tersebut bakal digunakan tim siber kepolisian saat berpatroli saat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Seperti diberitakan Semarangpos.com, black campaign dan hate speech menjadi perhatian polisi dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng saat pelaksanaan Pilkada 2018. Polda Jateng bahkan telah telah membentuk satgas antikampanye hitam yang melakukan pemantauan sekaligus patroli siber di berbagai media sosial.

Demi mencegah kampanye hitam yang dilakukan melalui dunia maya, kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol. Lukas Akbar Abriani mengaku telah memiliki daftar situs yang berpotensi melalukan kampanye hitam dan ujaran kebencian itu. “Kami enggak bisa sebutkan jumlahnya, tapi tentunya ada daftarnya,” ujarnya dalam Diskusi Bawaslu Bersama Media dan Netizen Mengawal Suksesnya Pilgub Jateng 2018 di Holiday Inn Express, Kota Semarang, Kamis (18/1/2018),

Daftar itulah yang menjadi modal 30 personel Polda Jateng dalam tim siber untuk melakukan monitoring Internet selama 24 jam. Personel satgas antikampanye hitam bentukan Polda Jateng itu berjumlah 30-an anggota yang berasal dari Direktorat Reserse Intelkam, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Binmas, dan Bidang Humas Polda Jateng.

“Kalau metode pengamatan kami sama, melakukan browsing melalui Internet, kemudian kami juga lihat situs yang berpotensi meng-upload materi yang diduga negatif. Kita akan monitoring medsos, patroli siber, tapi tentunya akan lebih bagus lagi masyarakat juga ikut membantu kami, manakala menemukan kampanye hitam atau ujaran-ujaran yang tidak semestinya,” tegasnya sebagaimana dikutip laman aneka berita Okezone.com.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…