Warga terdampak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, berunjuk rasa di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (19/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Warga terdampak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, berunjuk rasa di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (19/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Jumat, 19 Januari 2018 11:27 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

DEMO SUKOHARJO
Ingin Udara Bersih, Massa Serukan Tutup PT RUM Sekarang Juga

Demo Sukoharjo, warga terdampak limbah PT RUM menyampaikan aspirasi mereka.

Solopos.com, SUKOHARJO — Massa dari kalangan warga terdampak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, akhirnya diperbolehkan masuk ke halaman Gedung DPRD Sukoharjo setelah berorasi sekitar 20 menit, Jumat (19/1/2018).

Di halaman Gedung DPRD Sukoharjo, massa meneriakkan “tutup PT RUM sekarang juga, kami ingin udara bersih.” Massa tetap berorasi di halaman sedangkan perwakilan diajak beraudiensi di Grha Paripurna DPRD Sukoharjo.

Perwakilan diterima Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, dan Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Candra A.P. Presdir PT RUM Pramono turut hadir.

Dalam audiensi, perwakilan massa, Tomo dan Ari Suwarno, meminta kejelasan kapan bau limbah hilang. Keduanya meminta jika bau masih tercium hendaknya operasional PT RUM ditutup sementara hingga pemasangan peralatan penghilang bau selesai.

“Ini bencana kemanusiaan Pak Bupati, soal nyawa manusia. Bau limbah sangat mengganggu dan menyesakkan. Di sana (sekitar PT RUM) terdapat balita-balita yang perlu diselamatkan. Masyarakat tidak anti investasi tetapi menginginkan udara bersih tetap terjaga,” kata Ari Suwarno.

Dirut PT RUM Mochamad Rachmat menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihaknya. Langkah-langkah itu seperti yang disampaikan saat hearing dengan DPRD Sukoharjo, Kamis (18/1/2018). “Dua pekan lagi mesin penyedot dan daur ulang limbah dari Denmark sudah datang dan dipasang,” kata dia.

Audiensi masih berlangsung sementara massa terus berorasi.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…