Tembok di lingkungan Keraton Solo yang runtuh, Senin (15/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Tembok di lingkungan Keraton Solo yang runtuh, Senin (15/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

CAGAR BUDAYA SOLO
BPCB Jateng Larang Penggunaan Alat untuk Melepas Bata Tembok Runtuh di Keraton 

BPCB Jateng melarang penggunaan alat untuk melepas bata pada tembok Keraton Solo yang runtuh karena bisa merusak strukturnya.

Solopos.com, SOLO — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah merekomendasikan agar pelepasan batu bata pada bangunan sentral listrik serta tembok pagar Dalem Prabuwinatan kompleks Keraton Solo yang runtuh pada Senin (15/1/2018) malam lalu dilakukan secara manual.

Pelepasan batu bata tidak diperkenankan menggunakan alat yang bisa merusak batu bata secara keseluruhan. Prosesnya pun harus didampingi tim dari BPCB Jateng.

Rekomendasi ini disampaikan Kepala BPCB Jateng, Sukronedi, kepada Mahamenteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H. Panembahan Agung Tedjowulan, Jumat (19/1/2018).

“Intinya untuk tembok yang roboh, penanganannya harus dilakukan pelepasan bata, tetapi harus manual. Kedua, diperlukan penguatan pada kuda-kuda di bangunan sentral listrik [sisi timur tembok pagar Dalem Prabuwinatan],” ujar Tedjowulan, melalui juru bicaranya, K.P. Bambang Pradotonagoro, kepada Solopos.com, Jumat.

Baca:

Tembok di Kompleks Keraton Solo Ambruk, Ini Penjelasan Mbak Moeng

Rerentuhan Tembok Keraton Solo yang Ambruk Mesti Dipereteli Satu Per Satu

Saat ini, tim dari BPCB sedang menghitung rencana anggaran biaya (RAB) secara keseluruhan dari bangunan-bangunan yang secara fisik sudah memprihatinkan, seperti garasi, bangunan sentral listrik, dan tembok sekeliling. Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com, turunnya rekomendasi dari BPCB Jateng bermula dari surat tentang kerusakan bangunan cagar budaya nasional yang disampaikan Keraton melalui Mahamenteri Tedjowulan kepada BPCB Jateng No.001/MM-KKSH/S/I/2018.

Rekomendasi awal tersebut akan menjadi bahan bagi Tedjowulan untuk berkoordinasi dengan pemerintah khususnya Pemkot Solo terkait penanganannya. “Besok [Sabtu, 20/1/2018] kami berencana menemui Wali Kota Solo [F.X. Hadi Rudyatmo] untuk melaporkan rekomendasi dari BPCB,” imbuh Bambang.

Selanjutnya, Tedjowulan juga berharap BPCB Jateng memberikan rekomendasi lanjutan kaitannya dengan rencana pemugaran bangunan cagar budaya tersebut. “Rekomendasi lanjutan akan jadi dasar kami untuk melaporkan sekaligus koordinasi dengan kementerian,” ujar Tedjowulan.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…