Ilustrasi kartu identitas anak. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Ilustrasi kartu identitas anak. (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Kamis, 18 Januari 2018 00:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Warga Sleman Antusias Bikin KIA

Antusiasme masyarakat membuat kartu identitas anak (KIA) di Sleman cukup tinggi

Solopos.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat membuat kartu identitas anak (KIA) di Sleman cukup tinggi. Meski begitu sosialisasi dinilai masih dibutuhkan.

Camat Godean Anggoro Aji Sunaryono mengatakan pengajuan pembuatan KIA di wilayahnya cukup tinggi. Setiap hari, rata-rata jumlah pemohon yang mengajukan pembuatan KIA di atas 100 pengajuan.

“Kemarin [lusa] yang mengajukan 175 permohonan sedangkan hari ini [kemarin] tercatat 150 lebih permohonan,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (17/1/2018).

Hal senada disampaikan Camat Gamping Abu Bakar. Menurutnya, rata-rata setiap hari warga yang mengurus administrasi kependudukan setiap hari lebih dari 200 orang.

Baik pengurusan KK, e-KTP, akte maupun KIA. Jumlah tersebut belum termasuk yang mengurus legalisir. “Yang mengurus KIA sudah banyak, tapi masih perlu dilakukan sosialisasi,” ujarnya.

Kebutuhan sosialisasi terkait KIA juga diharapkan Camat Mlati Suyudi. Alasannya, jumlah warga yang mengurus KIA masih sedikit. “Masih 50 anak yang mengajukan pembuatan KIA,” katanya dihubungi terpisah.

Di wilayah Sleman Timur, antusiasme warga mengajukan rekomendasi pembuatan KIA juga tinggi. Salah satunya di Kecamatan Kalasan. Menurut Camat Kalasan Tina Hastani, jumlah pengajuannya mengalami kenaikan. “Kalau sebelumnya yang mengajukan antara 100-150 orang, saat ini bisa mencapai 300 permohonan,” jelasnya.

Selain pengajuan personal, kecamatan juga menerima pengajuan pengurusan KIA secara kolektif. Salah satunya melalui lembaga pendidikan. Pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait kepemilikan identitas anak tersebut. “Biar tidak menumpuk, kami juga lakukan jemput bola ke tingkat desa dan dusun,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…