Seorang perempuan sedang mengunjungi pameran baju korban perkosaan (Reuters) Seorang perempuan sedang mengunjungi pameran baju korban perkosaan. (JIBI/Reuters)
Kamis, 18 Januari 2018 10:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Pameran Ini Pajang Baju Korban Perkosaan, Alasannya Bikin Mikir

Pameran baju korban perkosaan diselenggarakan di Brussels, Belgia.

Solopos.com, BRUSSELS – Sebuah pameran yang tak biasa diadakan di Brussels, Belgia. Pameran tersebut memajang baju-baju yang dipakai korban perkosaan dan pelecehan seksual.

Dilansir BBC, Rabu (10/1/2018), pameran tersebut dikoordinasi oleh organisasi sosial pemerhati korban perkosaan bernama CAW East Brabant. Pameran tersebut diselenggarakan di Distrik Molenbeek, Brussels. Baju-baju yang dipajang dipinjam dari korban-korban kekerasan seksual tersebut.

Pameran tersebut mengangkat tema “Apakah ini salahku?”. Tema tersebut merupakan gambaran banyaknya korban kekerasan seksuak yang kehilangan rasa percaya diri hingga menyalahkan diri sendiri setelah menjadi korban.

Baju-baju korban perkosaan dipamerkan (CAW via BBC)

Baju-baju korban perkosaan dipamerkan (CAW via BBC)

“Apa yang Anda perhatikan saat mendatangi pameran ini? Itu adalah baju keseharian yang juga kerap Anda pakai? Benar kan? Bahkan ada baju anak-anak dengan gambar My Little pony,” ucap perwakilan CAW, Liesbeth Kennes.

Dalam keteranganya Liesbeth ingin menggaris bawahi apa yang dipakai korban kekerasan seksual adalah baju-baju normal. Oleh karena itu perlu ditekankan korban adalah korban, mereka bukan pemicu terjadinya kekerasan seksual.

“Menyalahkan korban kekerasan seksual masih menjadi permasalahan tersendiri sekarang ini. Tak jarang korban malah diinvestigasi karena diduga berperan dalam terjadinya kekerasan seksual yang menimpa korban,” tegas Liesbeth.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…