Bangunan Galeri Sungai di kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (23/11/2017). (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos) Bangunan Galeri Sungai di kawasan Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (23/11/2017). (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 17 Januari 2018 13:00 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Isi Belum Lengkap, Peresmian Galeri Sungai di Depan Terminal Tirtonadi Masih Misteri

Wisata Solo, Galeri Sungai di Banjarsari belum siap diresmikan Januari ini.

Solopos.com, SOLO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo menyatakan fasilitas Galeri Sungai yang dibangun di atas bekas bangunan Pintu Air Tirtonadi, Banjarsari, belum bisa diresmikan pada Januari 2018 ini.

Kepala DPUPR Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, membenarkan DPUPR sempat berencana meresmikan Galeri Sungai pada November 2017 lalu, namun batal karena ternyata belum siap. Galeri Sungai pada saat itu urung bisa dilengkapi dengan bahan materi maupun mebeler.

DPUPR lantas kembali menyusun rencana waktu peresmian Galeri Sungai dan dipilihlah pada awal 2018. Namun, Sita menyampaikan DPUPR kemungkinan besar belum bisa meresmikan Galeri Sungai pada Januari ini karena persoalan yang sama. DPUPR hingga pertengahan Januari ini belum bisa melengkapi Galeri Sungai dengan bahan materi dan mebeler.

“Sebenarnya bangunan inti sudah rampung 100%. Tapi kami belum bisa melengkapi bangunan dengan materi isian. Beberapa materi masih kami persiapkan, sebut saja master plan drainase yang sekarang masih dalam proses penyusunan. Kami juga perlu membangun pagar dan melengkapi bangunan dengan mebeler,” kata Sita, Selasa (16/1/2018).

Sita belum bisa memastikan kapan Galeri Sungai yang bakal dinamai dengan sebutan Papan Kawruh Tirta tersebut akan diresmikan. DPUPR bakal berupaya semaksimal mungin untuk bisa segera melengkapi berbagai keperluan yang dibutuhan untuk operasional pemanfaatan Galeri Sungai.

Sesuai namanya, dia menyebut Galeri Sungai tengah disiapkan Pemkot Solo untuk dijadikan sebagai tempat belajar tentang air atau sungai. Pemkot bakal menggandeng Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dalam mengoperasikan Galeri Sungai tersebut.

“Nanti saya kerja sama dengan Teknik Sipil FT UNS dan BBWSBS dalam mengoperasikan Galeri Sungai. Dalam kerja sama ini, mereka siap untuk ikut memasang dokumen atau gambar yang memuat informasi seputar sungai, drainase, maupun air. Rencanaya mereka juga setiap pekan atau dua pekan sekali bakal mengadakan forum diskusi di sini,” jelas Sita.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Galeri Sungai Papan Kawruh Tirto bakal dimanfaatkan sebagai objek wisata edukasi. Masyarakat yang ingin belajar atau mengetahu berbagai hal tentang sungai, nantinya dipersilakan datang ke Galeri Sungai. Dia menyebut sejumlah kelompok masyarakat peduli sungai juga bisa memanfaatkan fasilitas pada Galeri Sungai.

Diwawancarai terpisah, Kabid Cipta Karya DPUPR Solo, Taufan Basuki, mengatakan DPUPR juga menggandeng Dinas Pariwisata (Disparta) Solo untuk mempromosikan Galeri Sungai.

Nantinya, di sekitar Galeri Sungai juga bakal dibangun jebatan kaca yang diprediksi mampu menarik minat wisatawan. Wilayah bantaran Kali Anyar juga bakal dibuat lanskap yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat sehingga layak menjadi objek wisata.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…