Warga Gajahan, Colomadu, Karanganyar, Budi Joko Mursito (kanan), mendampingi Kepala Desa Gajahan, Hermanto (tengah), memegang ular sanca di depan rumah Joko, Rabu (17/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos) Warga Gajahan, Colomadu, Karanganyar, Budi Joko Mursito (kanan), mendampingi Kepala Desa Gajahan, Hermanto (tengah), memegang ular sanca di depan rumah Joko, Rabu (17/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Rabu, 17 Januari 2018 19:15 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

SATWA LIAR KARANGANYAR
Ular Sanca Kembang Sepanjang 3 Meter Muncul Bikin Geger Warga Colomadu

Warga Desa Gajahan, Colomadu, Karanganyar, digegerkan kemunculan ular sanca kembang sepanjang 3 meter.

Solopos.com, KARANGANYAR — Warga Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, pada Rabu (17/1/2018) dini hari digegerkan munculnya ular sanca kembang di desa mereka. Sebelum ditangkap ular sepanjang kira-kira tiga meter tersebut tepergok salah seorang warga setempat di jalan desa dekat sawah.

“Tadi malam [Rabu dini hari] sekitar pukul 01.30 WIB ada tetangga yang mengabari melihat ular besar di dekat sawah. Karena itu saya langsung mendatangi lokasi dengan seorang teman dan menangkapnya,” ujar Budi Joko Mursito, 31, ketika ditemui wartawan di kediamannya, kemarin.

Menurut dia, ular sanca yang sementara ini diwadahi bekas kandang burung puyuh itu ketika ditangkap sempat memberikan perlawanan. Namun, dia bersama temannya Muji Lestari, 56, tak mengalami kesulitan berarti sehingga berhasil menangkapnya dengan keadaan hidup.

Dia menambahkan ular itu sebenarnya sudah beberapa bulan lalu hendak ditangkap seorang pencari belut di sawah. Namun karena ular bergegas masuk ke gorong-gorong dekat sawah setempat, penangkapan itu gagal.

Saat ini ular yang ditangkap itu menjadi tontonan warga dan anak-anak sekolah setempat. “Ular ini sepertinya mau nglungsungi [ganti kulit]. Sebab kulitnya kasar sekali. Nanti kalau sudah nglungsungi biasanya akan berubah bersih mengilap sehingga menambah indah warna kulitnya,” ujar Joko.

Untuk sementara ini dia akan membuatkan kandang yang lebih representatif. Kandang yang digunakan sekarang hanya berukuran 50 sentimeter x 50 sentimeter x 50 sentimeter.

Dia berniat memelihara ular tersebut. Namun, jika ada yang membeli dengan harga yang bagus, ia tak masalah untuk melepas ular tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Gajahan, Hermanto menduga saat ditangkap, ular tersebut hendak mencari mangsa. Namun, ketika keluar dari sarang ular itu ketahuan warga kemudian ditangkap.

“Ular sanca kembang seperti ini memang warna kulitnya bagus seperti batik. Namun demikian saya mengimbau warga tetap berhati-hati jika mendapati ular seperti ini,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…