Pesepak bola PSS Sleman Topan Hidayat (hijau/7) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PDRM Malaysia pada pertandingan Coppa Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (16/1/2018) malam. (Harian Jogja/Jumali) Pesepak bola PSS Sleman Topan Hidayat (hijau/7) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PDRM Malaysia pada pertandingan Coppa Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (16/1/2018) malam. (Harian Jogja/Jumali)
Rabu, 17 Januari 2018 09:20 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

PSS Sleman Tekuk Klub Malaysia 3-1

PSS Sleman sukses memenuhi ambisinya 

Solopos.com, SLEMAN-PSS Sleman sukses memenuhi ambisinya meraih kemenangan, setelah menekuk PDRM Malaysia dengan skor 3-1 pada turnamen pramusim Coppa Sleman 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (16/1/2018) malam.

Pertandingan antara PSS melawan PDRM sejatinya digelar pada pukul 18.30 WIB, tetapi karena hujan lebat dan kondisi lapangan tergenang membuat laga ditunda satu jam dan baru dimulai pukul 19.30 WIB. Laga baru berjalan enam menit, publik Sleman langsung bergemuruh usai Yudi Khoerudin menjebol gawang PDRM. Pemain di posisi bek tengah ini berhasil menempatkan bola ke gawang Wilfred Anak Jabun usai meneruskan bola umpan dari Topan Hidayat yang menusuk dari sisi kanan kiri PDRM. 1-0 untuk PSS.

Tertinggal donasi gol, PDRM mulai bangkit. Namun, usaha dari Moch Fauzi dan kawan-kawan selalu kandas saat berhadapan dengan lini tengah PSS. Sementara, keasyikan menyerang membuat pertahanan PDRM menjadi lemah. Alhasil pada menit ke-20, Wilfred kembali dipaksa memungut bola dari gawangnya usai tembakan Tambun Naibaho gagal diantisipasi dengan baik. Tambun yang berhasil lepas dari jebakan offside berhasil menusuk dan meneruskan bola umpan dari Topan Hidayat dari sisi kiri pertahanan PDRM. 2-0 untuk keunggulan PSS.

Unggul 2-0 tidak membuat PSS menurunkan tempo. Beberapa kali peluang melalui kerja sama antara Tambun dan Topan sempat tercipta. Akan tetapi ketatnya pertahanan PDRM membuat peluang menambah keunggulan tersebut gagal dikonversikan. Sebaliknya, PDRM terus tampil menekan dan memanfaatkan lebar lapangan. Meski beberapa kali mampu menusuk ke daerah pertahanan PSS, namun gagal memperkecil ketertinggalan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PDRM memasukkan pemain baru, Nakatake Shunsuke. Masuknya pemain Jepang ini cukup banyak berpengaruh terhadap permainan PDRM. Alhasil pada menit ke-54, M Nazri berhasil memperkecil ketertinggalan 2-1 untuk PDRM. Namun, skor tersebut tidak bertahan lama setelah pada menit ke-59, Adi Nugroho memperlebar keunggulan PSS menjadi 3-1. Skor ini bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih PSS Heri Kiswanto mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. Kemenangan kali ini diharapkan mampu membakar semangat pemain untuk tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya. “Saya sendiri minta pemain untuk tampil efektif. Saya paham mainnya Malaysia, oleh karena itu kami harus tampil agresif. Dan ini mampu ditunjukkkan anak-anak,” kata Herkis.

Herkis berharap ke depan para pemain mampu tampil konsisten dan menunjukkan grafik peningkatan. Sebab, pola permainan agresif akan tetap diterapkan pada pertandingan selanjutnya. “Permainan ini kemungkinan akan kami coba saat kompetisi,” terangnya.

Mengenai kondisi Adi Nugroho yang sempat harus dibawa ambulans keluar lapangan pada menit ke-90 usai berbenturan dengan pemain PDRM, Herkis berharap agar kondisinya segera membaik. Sebab, ia melihat pemain yang mencetak gol ketiga ini sangat dibutuhkan tim. “Semoga tidak apa-apa. Dan segera bisa bergabung dengan kami,” harapnya.

Adapun asisten pelatih PDRM Moch Fauzi mengaku kecewa dengan kepemimpinan dari Wendi Umar, wasit yang memimpin jalannya petandingan. Sebab, banyak keputusannya yang dianggap merugikan PDRM. “Padahal secara permainan kami tidak kalah. Kami akui PSS punya kecepatan. Kondisi lapangan dan sempat tertundanya pertandingan karena hujan lebat membuat konsentrasi permainan kami sedikit berubah,” ucapnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…