Siswa kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Solo sedang melakukan riset jamur di sekolah, Selasa (16/1/2018). (Istimewa/SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Solo) Siswa kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Solo sedang melakukan riset jamur di sekolah, Selasa (16/1/2018). (Istimewa/SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Solo)
Rabu, 17 Januari 2018 11:15 WIB Insetyonoto/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

PENDIDIKAN SOLO
SMA Muhammadiyah PK Solo Teliti Jamur

SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Solo melakukan riset jamur.

Solopos.com, SOLO—Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Solo diminta untuk melakukan riset jamur yang ada di lingkungan rumah mereka. Jamur ini kemudian diteliti di laboratorium sekolah sebagai salah satu tugas pelajaran.

Guru pembimbing riset siswa, Muhammad Firman, mengatakan model kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa melakukan eksperimen dan riset sebagai basis memperoleh pengetahuan. (baca: SIswa SMA Muhammadiyah PK Solo Bikin Sampo Herbal)

“Kegiatan pembelajaran berbasis riset ini memang dikembangkan di sekolah guna membiasakan siswa melakukan riset sesederhana apa pun,” katanya, kepada Solopos.com, Selasa (16/1/2018).

Menurutnya, pengembangan sebuah ilmu pengetahuan memerlukan kemampuan penelitian atau riset. Maka dari itu, para siswa perlu dibudayakan melakukan penelitian. Salah satunya melalui penelitian jamur sehingga siswa dapat menemukan jenis dan karakteristik jamur.

“Kegiatan penelitian jamur diikuti sebanyak 26 siswa kelas X,” kata bagian Humas SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Solo, Ayu Wardani.

Sementara itu, salah seorang siswa  kelas X SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Solo, Aulia Daffa Ridwan, mengatakan merasa tertantang dengan adanya kegiatan penilitian jamur ini.

Menurutnya, ia melakukan indentifikasi jamur yang ada seperti jamur tempe, jamur kuping, jamur kayu, jamur merang dan lain lainnya.

“Dari kegiatan identifikasi ini, nantinya kami harus bisa membedakan  jenis-jenis jamur yang bisa diolah menjadi makanan serta jamur beracun,” jelasnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…